Sebelum digelarnya pasar murah ini, Pemprov Banten telah membagikan kupon belanja yang langsung dapat ditukarkan di tiap tenda yang terdiri dari retail, UMKM, serta sekolah. Kupon ini sendiri bisa mereka tukarkan dengan sejumlah paket yang rata-rata berisikan sembako seperti minyak, gula, serta beras yang berharga Rp 35.000 per paketnya.
Pemberian kupon diterima dengan antusias oleh para warga miskin, namun pada kenyataannya kupon tak dapat ditukarkan dengan paket paket sembako yang diharapkan. Hal ini diduga karena stok barang yang terdapat di pasar murah diborong oleh para PNS.
Padahal, pasar murah tersebut ditujukan untuk warga miskin. Terutama untuk menekan harga sembako menjelang Idul Fitri.
Salah satu warga, Sumiyati (36), datang ke Masjid Al-Bantani di KP3B sejak pukul 08.00 WIB. Dirinya kecewa sebab dari 5 kupon yang diterimanya, hanya 2 yang bisa ia tukarkan.
"Cuman dapet segini, ya sisanya gak bisa dituker ngomongnya kosong. Retail-retail utama katanya udah pada diborong," katanya kesal.
Senasib dengan Sumiyati, nenek benama Aminah (72) juga mengalami hal yang sama. Dirinya geram karena pulang dengan hanya menukar 1 kupon dari beberapa kupon. Padahal ia harus menempuh perjalanan jauh sembari memboyong kedua cucu tercintanya.
"Cuman bisa berharap sama pemerintah, ini udah kesekian kalinya. Tahun kemarin juga sama. Tahun ini kaya begini lagi. Kalo begini terus, tahun depan saya males dateng lah," tegasnya.
Pantuan detikcom ratusan PNS memenuhi tiap tenda pasar murah. Banyak di antaranya yang tidak malu-malu membeli barang barang yang dikhususkan untuk dijual hanya bagi warga miskin.
(try/try)











































