Garuda Beri Diskon Tiket dan Kargo Gratis bagi Keluarga Korban

Garuda Beri Diskon Tiket dan Kargo Gratis bagi Keluarga Korban

- detikNews
Selasa, 28 Des 2004 22:03 WIB
Jakarta - Sebagai upaya membantu meringankan beban korban musibah gempa bumi Aceh, Garuda memberikan bantuan cuma-cuma pengangkutan barang-barang berupa obatan-obatan, makanan, tenda dan gen-set. Di samping itu, Garuda juga memberikan keringanan harga tiket (diskon) sebesar 50% bagi para keluarga korban gempa bumi yang akan melaksanakan perjalanan dari Banda Aceh - Medan dan Medan - Banda Aceh. Pemberian diskon tiket tersebut mulai berlaku bagi pembukuan penumpang pada tanggal 29 Desember 2004,dan pembelian tiket hanya dapat dilaksanakan melalui kantor-kantor penjualan Garuda.Sementara itu sebagai bagian dari kegiatan operasi kemanusiaan, Garuda bekerjasama dengan Pemda DKI melaksanakan pengiriman para tenaga medis ke Banda Aceh menggunakan pesawat B-737-300 Citilink pada hari Selasa (28/12/2004). Demikian press release yang diterima detikcom dari maskapai Garuda, Selasa (28/12/2004), dari Kepala Hubungan masyarakat (Humas) Garuda, Pujobroto.Selanjutnya dalam memenuhi kebutuhan transportasi udara ke Medan dan Banda Aceh pasca musibah gempa bumi Aceh, Garuda pada hari ini, Selasa, (28/12/2004) juga menambah penerbangan (extra flight) ke Medan dan Banda Aceh.Penambahan penerbangan (extra flight) tersebut dilaksanakan Garuda menggunakan pesawat B-737-400 berkapasitas 134 penumpang, antara lain GA-1902 melayani rute Jakarta - Banda Aceh, berangkat dari Jakarta pukul 07.00 WIB, tiba di Banda Aceh pukul 09.40 WIB. GA-1932 menerbangi rute Banda Aceh – Medan, berangkat dari Banda Aceh pukul 10.20 WIB, tiba di Medan pukul 11.15 WIB. Selanjutnya, GA-1922 menerbangi rute Medan - Banda Aceh, berangkat dari Medan pukul 11.55 WIB, tiba di Banda Aceh pukul 12.55 WIB. Penerbangan GA-1912 rute Banda Aceh - Jakarta (GA-1912) berangkat dari Banda Aceh pukul 13.55 WIB, tiba di Jakarta pukul 16.15 WIB. Di samping menambah penerbangan (extra flight), Garuda juga melakukan penggantian jenis armada yang lebih besar pada beberapa rute penerbangan ke Medan, yaitu dari pesawat B-737-400 (134 tempat duduk) menjadi pesawat DC-10 (247 tempat duduk). Misalnya, GA-180, rute Jakarta – Medan, berangkat dari Jakarta pukul 08.00 WIB, tiba di Medan pukul 10.10 WIB; dan GA-185 rute Medan – Jakarta, berangkat dari Medan pukul 11.10 WIB, tiba di Jakarta pukul 13.10 WIB. Mengingat tingginya arus penumpang ke Medan dan Banda Aceh pasca “musibah gempa bumi Aceh” tersebut, maka pada hari ini (Selasa, 28/12/2004) Garuda kembali melaksanakan penambahan kapasitas penerbangan menggunakan pesawat B-737-400 berkapasitas 134 penumpang, antara lain pada rute Jakarta - Banda Aceh via Medan (GA-1903), berangkat dari Jakarta pukul 11.30 WIB, tiba di Banda Aceh pukul 15.20 WIB. Penerbangan GA-1913 rute Banda Aceh – Jakarta via Medan, berangkat dari Banda Aceh pukul 16.00 WIB, tiba di Jakarta pukul 19.50 WIB. Selanjutnya, GA-1924 menerbangi rute Medan – Banda Aceh, berangkat dari Medan pukul 14.00 WIB, tiba di Banda Aceh pukul 14.55 WIB. Penerbangan GA-1934 melayani rute Banda Aceh - Medan, berangkat dari Medan pukul 16.25 WIB, tiba di Banda Aceh pukul 17.20 WIB. Kedua penerbangan tersebut dilayani Garuda menggunakan pesawat A-330 berkapasitas 325 penumpang.Dalam melaksanakan penambahan kapasitas tersebut, Garuda juga mengerahkan pesawat DC-10 berkapasitas 247 penumpang yang digunakan melayani rute Jakarta – Medan (GA-1802), berangkat dari Jakarta pukul 15.00 WIB, tiba di Medan pukul 17.10 WIB. Demikian pula pada rute sebaliknya, Medan – Jakarta (GA-1902), berangkat dari Medan pukul 18.10 WIB, tiba di Jakarta pukul 20.20 WIB.Sebagai upaya memberikan kemudahan layanan kepada para penumpang yang hendak ke Banda Aceh telah, Garuda telah membuka konter cek-in khusus Aceh di Terminal F Bandara Soekarno-Hatta. Di samping itu Garuda juga membuka konter khusus (desk Aceh) di kantor-kantor penjualan Garuda. Dalam melayani penerbangan ke Medan dan Aceh pasca musibah gempa bumi, Garuda menerapkan kebijakan operasional “flexible response” di mana perencanaan penambahan kapasitas terus diikuti perkembangannya berdasarkan kondisi-kondisi yang terjadi dan diputuskan sesegera mungkin secara “on the spot”. (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads