Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta melakukan uji coba sistem Electronic Road Pricing (ERP) hari ini. Uji coba dilakukan di daerah Senayan, Jakarta Pusat.
Gerbang ERP atau yang disebut sebagai gantry telah terpasang di jalan depan Panin Bank yang terletak di dekat Bundaran Senayan, Jakarta Pusat. Gantry ini akan difungsikan saat uji coba yang akan dilakukan pada pukul 15.00 WIB, Selasa (15/6/2014).
"Pertama adalah apakah perangkat-perangkat ini mendeteksi kendaraan-kendaraan yang lewat. Lalu kami juga akan trial beberapa hal," ujar Mimin Aminah, Project Manager Alita Prayamitra di demo room yang ada di pelataran Panin Bank.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perangkat utamanya ada 2. Tiang penyangga (gerbang) itu namanya gantry. Untuk menempatkan semua perangkat kamera untuk mendeteksi kendaraan, juga ada power PLN untuk menghidupkan perangkat," jelas Mimin.
Menurut Mimin, di dalam gantry tersebut terdapat sejumlah perangkat. Di antaranya VDC (vehicle detection and classification), transceiver (pemancar), VR (vehicle registration) dan kamera.
Saat ini Dishub tengah menyebarkan 50 alat ERP yang akan dipasang pada kendaraan mobil. Penyebaran alat ERP yang disebut OBU (on board unit) itu terpencar di sejumlah titik di Jakarta.
"Uji coba sekarang itu internal, mulai power on perangkat. Target kita adalah untuk membuktikan perangkat ini handal. Penyebaran kita kontrol agar outputnya tepat sasaran. Orang-orangnya kita data. Kita akan lihat kuantitas berapa yang akan lewat," papar Mimin.
Mimin menambahkan, untuk mekanisme ERP ini masih dalam pembahasan oleh pihak pemerintah. ERP merupakan alat pendeteksi bagi kendaraan yang lewat di sejumlah jalan protokol. Kendaraan akan dikenakan tarif jika melewati jalan-jalan tersebut.
"Ini (ERP) fungsinya untuk membayar kalau mau lewat jalan tersebut seperti kartu tol. Nanti bayar melalui tokennya. Semacam e-tol. Tapi biaya lewat belum ditetapkan. Ada UU nya," kata Nia Djamhur, Marketing Alita Prayamitra, di tempat yang sama.
(ear/nik)











































