β"Pastinya ada kubu yang menyalahi aturan statistik, bisa salah secara metodologi atau pengambilan sampel," ujar Ade dalam Acara Seruan Moral Ilmuwan, di Kampus UI, Jalan Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (15/7/2014).
Menurutnya kesalahan lembaga itu bisa saja disengaja atau karena salah menerapkan disiplin ilmu. Untuk itu, lanjut Ade, hal ini perlu diusut tuntas.
β
"Salah satu kelompok pelaksana quick count nggak beres. Bisa karena nggak kuasai metodologi atau mengakali statistik alias bohong. Salah satunya sengaja menghasilkan kesimpulan quick count yang salah. Ini perlu diusut tuntas," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"KPU juga harus bersikap pada pengacauan proses Pemilu ini," ucapnya.
Seruan moral ilmuwan ini ditandangani oleh 77 ilmuwan dari berbagai perguruan tinggi. Diantaranya adalah, Prof Akmal Taher, Prf Anna Erliyana, Dr Ade Armando, Dr Ann Santosa yang berasal dari UI. Dari UGM, seruan itu ditandantangani Dr Agus Pramusinto, Dr Erwan Purwanto, Dr Linda Yanti Sulistiawati, Prof Muhadjir Darwin. Selain itu ada juga dari ilmuwan, IPB, Unpad, ITB hingga UPI.
(rvk/bil)











































