Salah satu program wali kota Bogor Bima Arya adalah melakukan penataan PKL dan pasar tradisional. Tiga target utamanya adalah penataan PKL di Jl Otista, pembenahan pasar Kebon Kembang, dan relokasi PKL seputar stasiun Bogor.
Dalam tiga bulan, sudah tampak beberapa perubahan dari misi tersebut. Pertama, di Jl Otista kini sudah tak tampak lagi PKL berjualan memenuhi badan jalan di pagi hari. Pasar tumpah pun lebih terkendali. Jalanan menjadi relatif tak macet lagi.
Perubahan juga terlihat di depan area pasar Kebon Kembang. Para PKL yang sebelumnya berjualan di pinggir jalan sudah dipindahkan.

Hal yang sama tampak di kawasan stasiun Bogor. Bila sebelumnya pedagang memenuhi ruas pinggir jalan di sekitar stasiun, hingga pinggiran Taman Topi, kini sudah berkurang. Arus lalu lintas pun relatif lebih terkendali.

Selama 3 bulan terakhir, Bima juga sibuk memperbaiki fasilitas taman kota dan kesehatan. Bersama jajarannya, dia merevitalisasi taman dan median jalan. Salah satunya di depan terminal Baranangsiang Bogor yang sebelumnya tak terawat, kini jadi lebih cantik.
Tak lupa, ada juga program bank sampah di kelurahan Cibogor. Warga didorong untuk mengumpulkan sampah yang bisa didaur ulang untuk kemudian dijual dan dimanfaatkan kembali demi kesehatan lingkungan.
Sejumlah program unggulan lain Bima yang sudah berjalan adalah: program Bogor caang (pemasangan listrik), relawan kota penghijauan dan anti macet, mobil curhat, kawasan tanpa rokok, gerakan sejuta biopori dan Puskesmas rawat inap.
(mad/asy)











































