Bayangkan saja, seorang siswa harus repot mencari barang-barang yang sudah 'dipesan' oleh kakak kelasnya untuk dibawa ke sekolah. Barang pesanan tersebut tentu saja bukan barang yang mudah ditemukan.
Kegiatan tersebut bukan hanya membuat stres para siswa, tapi juga para orangtuanya. Sebaiknya kegiatan MOPDB itu lebih bersifat menyenangkan dan mendidik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Niam menjelaskan bahwa MOPDB harus dikembalikan ke tujuan awalnya. Yakni, pertama mengenalkan lingkungan sekolah dan kedua mengenalkan sarana prasana serta pemanfaatnya yang baik.
"Mulai dari laboratorium, perpusatakaan, termasuk gentlemen agreement, konsesus tata tertib, mana yang boleh mana tidak, untuk menunjang proses berikutnya. Termasuk mengenalkan tenaga pendidik," imbuhnya
Selain itu MOPDB juga bisa menggali potensi para siswa sejak dini. Maka kedepannya, siswa akan tahu mau kemana arah pendidikannya.
Β
"Tapi juga jadi sarana pendidik untuk mengetahui kelebihan anak didik baru, kelebihan olahraga tapi matematik lemah, dari awal sudah kelihatan," tutupnya.
(mpr/bpn)











































