Dihantui Longsor Susulan di Magelang, Warga Mengungsi

Dihantui Longsor Susulan di Magelang, Warga Mengungsi

- detikNews
Selasa, 28 Des 2004 19:05 WIB
Magelang - Ratusan warga Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang yang selamat dari bencana tanah longsor saat ini masih dihantui dan perasaan cemas akan adanya longsor susulan. Pasalnya, hingga pukul 16.00 WIB, Selasa (28/12/2004), hujan masih mengguyur perbukitan Menoreh itu. "Masih ada sekitar 20 KK (kepala Keluarga) dari 90 KK, atau sekitar 100-an orang yang tinggal di dekat bukit Selorejo yang longsor yang harus segera diungsikan," kata Kepala Desa Ngargoretno, Wicaksono kepada wartawan di sela-sela evakuasi warga.Menurut Wicaksono, pihaknya sudah meminta warga, terutama yang tinggal di bukit untuk segera mengungsi, karena hujan deras diperkirakan masih akan turun lagi. Sebagian besar warga meminta agar kaum wanita dan anak-anak segera diungsikan terlebih dulu. Sementara itu, kaum pria baik orangtua dan pemuda saat ini masih bahu-membahu membersihkan jalan desa dan rumah milik warga yang tertimbun longsor.Permintaan untuk diungsikan, kata Wicaksono, karena hujan masih turun dengan deras hari ini hingga sore hari sehingga dikhawatirkan kawasan perbukitan tersebut akan longsor lagi. Selain itu warga yang selamat dari bencana saat ini rumahnya tergenang lumpur, sehingga tidak bisa ditempati. Mereka akhirnya memilih tinggal di barak atau posko pengungsian."Di samping itu, jalan desa satu-satunya menuju rumah mereka juga tertutup longsor setinggi 1 meter sehingga tidak bisa dilewati dan terisolir," katanya.Menurut Wicaksono, di Balai Desa Ngargoretno saat ini digunakan sebagai dapur umum dan tempat pengungsian warga. Sedangkan tempat lainnya yang dijadikan posko pengungsian adalah SD Ngargoretno dan rumah mantan kepala desa. Ketiga tempat tersebut dinilai paling aman, yang terletak sekitar 500 meter dari lokasi bencana.Dia menyatakan, di balai desa sedikitnya ada 3 KK atau sekitar 15 orang yang mengungsi dari keluarga Thohar, Ardjudi dan Pudjo Prayitno. Ketiga keluarga ini rumah beserta seisinya hancur tertimbun tanah. Sedangkan di SD Ngargoretno dan rumah mantan kepala desa saat ini sudah ada 8 KK yang mengungsi."Kami belum bisa memastikan sampai kapan warga akan tetap tinggal di posko pengungsian. Namun atas perintah Bupati Magelang, tim PMI dan Kesbanglinmas diminta untuk mendirikan dapur umum di balai desa," katanya. (asy/)


Berita Terkait