Koalisi Permanen Diprediksi Tidak Langgeng, Ini Tanggapan PAN

Koalisi Permanen Diprediksi Tidak Langgeng, Ini Tanggapan PAN

- detikNews
Selasa, 15 Jul 2014 04:32 WIB
Jakarta -

Kelanggengan sejumlah partai pengusung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang saat ini membentuk Koalisi Merah Putih diprediksi tidak bakal bertahan lama kalau pasangan nomor urut satu itu kalah di Pilpres. Koalisi Permanen bahkan diprediksi hanya menyisakan Partai Gerindra serta PAN. Lantas, bagaimana tanggapan Partai Amanat Nasional?

Wakil Ketua Fraksi PAN, Viva Yoga Mauladi menegaskan kalau prediksi itu hanya dugaan dan kekhawatiran yang semu.

"Itu kan cuma dugaan dan kekhawatiran semu saja," kata Wakil Ketua Fraksi PAN di DPR, Viva Yoga Mauladi saat dihubungi detikcom, Senin (14/7/2014).
Β 
Dia menyebut kalau Koalisi Permanen sudah sepakat dalam persamaan platform. Meskipun kalah di Pilpres, politikus yang akrab disapa Yoga itu mengesankan kalau pihaknya bisa mengoptimalkan perannya di parlemen legislatif. Tapi, maksud mengoptimalkan menurutnya yaitu bersama pemerintah selaku eksekutif bisa membentuk mitra kerja yang baik. Lagipula, dia mengatakan kalau Koalisi Permanen adalah mitra kerjasama yang solid untuk meningkatkan fungsi DPR dari segi anggaran dan pengawasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah tanda tangan, ini kan koalisi di parlemen. Jadi, sesuai kesepakatan integeritas, ada persamaan platform kalau partai itu terus menjalin komunikasi, meningkatkan fungsi DPR legislatif, budgeting, controlling. Sebagai lembaga legislatif, kami berkomitmen tinggi terhadap pemerintahan yang baru. Siapapun itu presidennya karena enggak mungkin bentuk pemerintah yang sehat tanpa kontrol berkualitas,"ujar politikus yang juga Ketua Bappilu PAN itu.

Lanjutnya, Yoga mengatakan kalau Koalisi Permanen memiliki persamaan ideologis menyesuaikan Pancasila dan UUD 1945.
"Percayalah, kami bertekad bulat tidak lonjong ya karena persamaan kami yaitu nilai ideologis. Jadi, bukan kepentingan sesaat saja," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra memprediksi kalau Koalisi Permanen tidak bakal bertahan lama. Pakar hukum tata negara itu memprediksi kalau Prabowo-Hatta kalah di Pilpres, maka partai yang tertinggal di koalisi hanya Gerindra serta PAN. Pasalnya, partai lain diperkirakan menerima tawaran kursi menteri di Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Sulit percaya saya terbentuknya koalisi merah putih parpol-parpol pengusung Prabowo Hatta di DPR akan jadi koalisi permanen. Makin banyak partai yang terima tawaran kursi menteri, makin cepat koalisi ini bubar. Akhirnya yang tersisa mungkin tinggal Geindra dan PAN saja," ujar Yusril dalam akun twitternya @Yusrilihza_Mhd, Senin (14/7/2014).

(hat/mpr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads