"Kan ada di Rapimnas keputusanya memberi kewenangan pada Aburizal Bakrie untuk menentukan arah koalisi," kata Ical di kediaman Ketua DPD Irman Gusman, Jl Denpasar Raya, Jakarta Selatan, Senin (14/7/2014).
Ia pun optimistis dinyatakan menang pada tanggal 20 Juli 2014 dan koalisi ini terus kompak. "Insya Allah tidak ada yang bisa ambil suara Golkar," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Silaturami di bulan puasa kan baik," ujar Ical.
Agus adalah salah seorang kader muda yang dipecat oleh Golkar. Namun dia melawan dan berniat menempuh langkah hukum. Agus juga masuk bursa calon Ketum Golkar pengganti Ketum Aburizal Bakrie (Ical).
Menurut Agus, penempatan Golkar dalam koalisi permanen merah putih merendahkan harkat dan martabat Golkar sebagai partai besar. Dia juga mempertanyakan legalitas keputusan Ical ikut serta dalam koalisi itu.
"Atas izin siapa mereka deklarasi? Munas kah? Rapimnas kah? Rapat pleno kah?" gugat Agus saat berbincang dengan detikcom.
(imk/bpn)











































