Herbert Ilham dan Gede Bagus Bayu Boyong Medali di Olimpiade Matematika

Herbert Ilham dan Gede Bagus Bayu Boyong Medali di Olimpiade Matematika

- detikNews
Senin, 14 Jul 2014 19:48 WIB
Herbert Ilham dan Gede Bagus Bayu Boyong Medali di Olimpiade Matematika
(Foto: Martinus Adinata)
Jakarta - 6 Siswa SMA yang mewakili Indonesia di Olimpiade Matematika Internasional (IMO) di Cape Town, Afrika Selatan, pada 3-13 Juli 2014 lalu tiba di Indonesia, Senin (14/7/2014) sore ini. Mereka memboyong 2 perak, 3 perunggu dan 1 honorable mention. Termasuk di antaranya Gede Bagus Bayu (17) dan Herbert Ilham Tanujaya (17).

Gede yang merupakan siswa SMA Semesta Semarang berhasil memboyong perak, sedangkan rekannya Herbert memboyong perunggu. Berkalung melati, mereka tampak bahagia berfoto dengan 4 rekan mereka lainnya, Jonathan Mulyawan Woenardi (SMAK 1 BPK Penabur Jakarta), Reza Wahyu Kumara (SMAN Sragen Brebes), Fransisca Susan (SMAK 1 BPK Penabur Jakarta) dan Kevin Christian Wibisono (SMAK Ipeka Puri Indah Jakarta).

Bentangan spanduk 5x1 meter dari Kemendikbud yang bertuliskan 'Selamat Kepada Tim Olimpiade Matematika Indonesia Meraih 2 Medali Perak, 3 Medali Perunggu dan 1 Honorable Mention Pada 55th International Mathematics Olympic' menyambut mereka di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Senin (14/7/2014). Keluarga pun menyambut hangat kepulangan mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

detikcom sempat berbincang sebentar dengan Herbert dan Gede.

"Sudah interest sama matematika sejak SD," kata Herbert.

"Saya sudah semenjak SMA tertarik," timpal Gede.

Keduanya baru bertemu dan berkenalan saat menempuh pusat pelatihan olimpiade yang hendak mereka ikuti. Sedikit mengungkapkan persiapan olimpiade, Herber mengaku hanya mengatur waktu dan bekerja keras. Sedangkan Gede, cuma belajar terus menerus menghadapi IMO ini. Dukungan orang tua membuat tambahan bahan bakar bagi semangat mereka yang melakoni pelatihan dengan enjoy.

"Tegaang.. Pertama kali ikut (IMO) jadi yaa..berusaha nggak panik," tutur Herbert.

"Berusaha yang terbaik," timpal Gede.

Matematika, yang di sebagian kalangan siswa dianggap momok, bagi Herbert dan Gede adalah keasyikan tersendiri. Gede menganggap matematika asyik dan menyenangkan karena pelajaran ini tidak banyak menghapalkan. Sedangkan Herbert, gemar matematika karena murni memakai logika yang saling berkaitan.

"Pelajaran jangan jadi beban," imbau Herbert bagi siswa yang tidak suka matematika.

"Jangan takut mencoba. Orang kebanyakan takut mencoba," saran Gede.

Meski terkesan serius, beberapa kali Herbert dan Gede saling meledek. Terutama Herbert bila mendengar jawaban Gede yang agak filosofis.

"Ortu senang, nggak ada pressure dan bebas," kata Herbert saat ditanya reaksi kedua orang tuanya selama proses mengikuti IMO ini.

"Nggak nyuruh apa-apa, hidup dijalani aja," tutur Gede yang lantas diledek Herbert kalo rekannya itu mau jadi motivator sambil tersenyum.

Langkah ke depan, Herbert berencana mengikuti IMO lagi. Herbert baru naik ke kelas 3 SMA. Sedangkan Gede, sudah lulus SMA dan hendak mencari tempat kuliah.

Keduanya memiliki niat studi lanjutan yang sama, yakni ilmu komputer di Singapura. Ketika ditanya mengapa tidak berkeinginan melanjutkan kuliah di Indonesia, keduanya kompak menjawab, "Pendidikannya lebih bagus. Ilmu terapannya lebih bagus".

Gede ingin bercita-cita jadi guru atau dosen. Namun dia ingin di masa muda mencari penghasilan dulu.

"Cita-cita jadi guru, dosen, tapi sebelum itu cari penghasilan," jawab Gede.

Lho, memang menjadi guru tidak bisa mendapat penghasilan?

"Yaa kalau jadi guru entar mengabdi, bukan kerja, jadi nggak mikirin duit. Jadi pas muda cari duit dulu. Jangan takut mencoba. Berapa orang kurang mau mengasah kemampuannya. Usahakan mengasah bakat semaksimal mungkin," pesan Gede bijak.

(nwk/nrl)


Berita Terkait