Di TPS tersebut pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mendapat 400 suara dan Jokowi memperoleh 5 suara. Namun dalam kolom perolehan suara, dan jumlah suara sah ada bekas tanda dihapus atau diedit menggunakan tip-ex.
Sejumlah formulir C1 bermasalah ditemukan di website KPU. Formulir tersebut berasal dari berbagai daerah, seperti di Tangerang, Banten, dan terakhir di Sampang, Madura, Jawa Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semisal, di link C1 di website KPU resmi yang menunjukkan hasil di TPS 01 Ketapang, pasangan nomor urut 1 memperoleh 417. Jokowi-JK mendapat 0 suara, sementara suara tak sah ada 2.
Calon Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Komisi Pemilihan Umum untuk menjaga suara rakyat yang diberikan melalui pilpres 9 Juli.
"KPU harus menjaga betul suara rakyat. Semua pihak harus menjaganya," kata politisi yang akrab disapa JK itu di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (14/7/2014).
JK berharap kesalahan kesalahan formulir C1 adalah kesalahan administratif semata, bukan didasarkan pada kecurangan. "Pengalaman lalu memang ada sengaja, namun, saya harap kali ini karena administrasi saja," jelasnya.
(erd/nrl)











































