Anas Urbaningrum Ungkit Kisah Pahit Kongres Demokrat

Sidang Anas

Anas Urbaningrum Ungkit Kisah Pahit Kongres Demokrat

- detikNews
Senin, 14 Jul 2014 14:50 WIB
Anas Urbaningrum Ungkit Kisah Pahit Kongres Demokrat
Jakarta - Bekas Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengungkit kisah pahit perjalanan kongres pemilihan ketum pada Mei 2010 di Bandung. Anas mengorek keterangan bekas ketua tim suksesnya Ahmad Mubarok soal upaya 'penjegalan' dirinya dari ajang kongres.

Kepada Mubarok yang bersaksi dalam persidangan, Anas menanyakan adanya permintaan dari sejumlah orang yang meminta dirinya mengundurkan diri dari pencalonan ketum yang juga diikuti Andi Mallarangeng dan Marzuki Alie.

Mulanya Anas bertanya mengenai pertemuan dirinya dengan Sudi Silalahi yang juga dihadiri Mubarok dan Saan Mustopa. "Ada dua pertemuan," kata Mubarok di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (14/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertemuan pertama menurut Mubarok dilakukan sebelum kongres. Saat itu Susilo Bambang Yudhoyoni ingin bertemu dengan para kandidat ketum. Namun akhirnya SBY diwakili Sudi Silalahi dan Djoko Suyanto.

Saat itu Sudi mengatakan SBY tidak akan mencampuri kongres Demokrat. "Kemudian ketika sudah di dalam kongres saya dipanggil Pak Sudi Silalahi dna meminta Anas mengundurkan diri dari pencalonan untuk memilih Andi Mallarangeng supaya bisa dipilih secara aklamasi. Anas cukup jadi sekjen. Ini hasi kajian intelijen, katanya begitu," ujar Mubarok.

Saat itu Anas menyanggupi permintaan Sudi namun dengan syarat permintaan tersebut disampaikan langsung kepada ketua-ketua DPC yang mendukungnya. "Lalu saya ingatkan kalau ada seperti itu ada intervensi, justru Pak SBY yang akan malu," lanjut Mubarok.

Anas kemudian menayakan ke Mubarok soal pertemuan dirinya dengan SBY dan Sudi yang disebut Anas juga kembali meminta dirinya mundur. "Saya tidak tahu," jawabnya.

Pertanyaan yang sama kembali ditanyakan ke Mubarok soal permintaan mundur dari pencalonan yang disampaikan Djoko Suyanyo, Jero Wacik, EE Mangindaan dan Syarief Hasan.

"Apakah saudara tahu para menteri itu diperintah SBY?" tanya Anas. "Tidak tahu, yang tahu hanya Pak Sudi yang minta Anas mundur," ujar Mubarok.

Terkait dakwaan jaksa KPK, Anas kepada Mubarok menanyakan dana-dana yang disebut diberikan untuk uang saku, transportasi ketua DPC dan dana entertainment para koordinator wilayah tim pemenangannya. "Saya tidak tahu baru dengar sekarang," kata Mubarok.

"Apakah pernah saya memerintahkan tim memberikan uang saku?" tanya Anas langsung dijawab tidak pernah oleh Mubarok dalam persidangan.

(fdn/jor)


Berita Terkait