"Tentang lembaga survei, rakyat itu, masyarakat dan publik toh sudah bisa melihat rekam jejak masing-masing. Saya tidak usah sebut satu persatu lembaganya, tapi silakan warga bisa melihat rekam jejaknya ke belakang. dan bisa menjatuhkan pilihannya mana yang bisa dipercaya," terang Bima usai melakukan pelaporan LHKPN di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (14/7/2014).
Bima melepas lencana wali kota Bogor saat ditanya wartawan soal quick count. Dia ingin berbicara dalam kapasitas pribadi bukan sebagai wali kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Bima juga, saat ini semua lembaga survei itu sudah tidak independen. Hampir semua memihak. Namun tidak ada yang salah selama bisa mempertanggungjawabkan secara metodologi.
"Sanksi yang paling utama tentu saja sanksi sosial. Ada kode etiknya di masing-masing asosiasi yang diterapkan secara konsisten," jelasnya.
Lalu apa saran Bima kepada tim Prabowo Hatta soal hasil quick count? "Saya kira yang disampaikan Pak Hatta Rajasa sudah jelas, Pak Hatta menyampaikan, tunggu tanggal 22 Juli. kedua, cooling down untuk tidak melakukan aksi-aksi yang mengganggu kenyamanan. Menanti 22 juli ini, saya melihat harus cooling down lah," tutup politisi PAN ini.
(rna/ndr)











































