"Aduh kalau soal itu sebentar ya," kata Bima saat ditemui di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (14/7/2014).
Bima sempat kesulitan membuka lencana wali kota di bajunya. Tak lama setelah dia membuka lencana, dia mempersilakan wartawan. Bima memasukkan lencana itu ke saku baju dinasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bima kemudian mengemukakan pendapatnya soal hasil quick count yang berbeda-beda.
"Sedih ya. Kita ini rakyat Indonesia terpolarisasi berdasarkan perhitungan cepat, survei, dan sebagainya. Lebih baik kita tunggu saja lah, sampe real count nanti. Jangan terlalu cepat menyimpulkan dan membuat satu keputusan akhir. Itu yang pertama," terang dia.
(rna/ndr)











































