Partai Golkar keberatan disebut akan menjadi partai oposisi bila capres yang didukungnya, Prabowo Subianto kalah dalam Pilpres.
Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Y. Thohari mengatakan bila nanti Golkar tidak masuk dalam pemerintahan bukan berarti menjadi oposisi. “Karena di sistem tata negara kita dan UUD tidak mengenal oposisi,” kata Hajriyanto saat berbincang dengan detikcom, Senin (14/7/2014).
Hajriyanto, yang menjabat Wakil ketua MPR ini mengaku kurang berkenan dengan penyebutan oposisi karena bagi Golkar opisisi itu terkesan terlalu keras. “Kesannya kenes, terlalu garang,” ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kalau kebijakan pemerintah bertentangan dengan rakyat, ya akan kami kritik, tapi kalau pro-rakyat akan kami dukung,” kata Hajriyanto yang sejak 1997 sudah duduk sebagai anggota DPR ini.
lebih jauh bagi Hajriyanto rasanya Golkar tidak mengubah dukungan meskipun nanti Prabowo gagal menjadi presiden.
(brn/erd)











































