"Mungkin ada kerugian, mungkin ada keuntungan. Itu biasa. TPS-nya kan ada 470 ribu. Tidak terlalu penting masalahnya, kita serahkan KPU kalau ada kecurangan. Kalau jumlahnya tidak signifikan kan tidak ada gunanya," kata Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud Md, ketika ditanya apakah kejanggalan form C1 itu merugikan kubunya, Senin (14/7/2014).
Mahfud mengambil contoh misalkan ada 200 formulir C1 yang janggal dan mengakibatkan hilangnya 10 ribu suara dari salah satu kubu. "Padahal selisih suara 2 juta. Kalau pun 10 ribu itu terbukti, tidak akan berpengaruh pada kemenangan," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum sampai kesimpulan pada masif. Itu nanti dibuktikan dalam fakta-fakta hukum. Kadangkala orang mencurangi dirinya sendiri agar orang lain yang dituduh," ujarnya.
"Untuk saat ini, kita serahkan ke KPU. Signifikan atau tidak, kita lihat tanggal 22 Juli," lanjut Mahfud.
(imk/trq)











































