"Kita percepat semua. Karena Pak Busyro nggak ada. Sebelum Pak Busyro keluar semua kasus-kasus besar yang punya resistensi punya power kekuatan di depan, kita selesaikan berlima," kata Abraham di Jakarta, Senin (14/7/2014).
Kasus-kasus yang hendak diselesaikan tersebut, kata Abraham, adalah kasus yang memiliki resistensi yang tinggi. Dia berharap kasus yang masih berada di tahap penyelidikan, bisa segera naik ke penyidikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Busyro memang satu tahun lebih dulu berada di KPK, menjadi pimpinan pada akhir 2010, mengisi kekosongan yang ditinggalkan Antasari Azhar. Mantan Ketua KY ini bertugas bersama empat pimpinan KPK jilid II: M Jasin, Haryono Umar, Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah.
Di tahun pertamanya di KPK, Busyro menjabat sebagai ketua. Lalu ketika masuk pimpinan KPK jilid III, Busyro kalah dalam pemilihan jabatan Ketua KPK di Komisi III DPR oleh Abraham Samad.
(fjr/fjr)











































