Kedua pimpinan Timses hadir yakni ketua Timses pasangan capres cawapres nomor urut 1 Prabowo Hatta wilayah DIY Hery Zudianto dan Ketua Timses pasangan capres cawapres nomor urut 2 Jokowi-JK wilayah DIY Bambang Praswanto. Serta Kapolda DIY Brigjen Pol Haka Astana dan Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Muhammad Sabrar Fadhilah.
Gubernur DIY yang juga Raja Kraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, di media sosial meski hanya isu tapi berkembang luar biasa. Bahwa di Yogya akan ada kerusuhan dan lainnya. Hal-hal seperti ini perlu diantisipasi sedini mungkin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sultan mengatakan, masyarakat Yogya sendiri sudah punya pengalaman dengan isu-isu semacam itu. Pada saat gempa tahun 2006 juga banyak isu-isu yang berkembang lewat SMS, kemudian pada saat Merapi meletus tahun 2010 juga muncul isu-isu yang menyesatkan. Dengan pengalaman itu, masyarakat diharapkan benar-benar dapat menyaring berita-berita yang berkembang agar tidak terprovokasi.
Selama proses penghitungan suara dan setelah pengumuman tanggal 22 Juli diharapkan Yogya tetap kondusif. Untuk mempermudah komunikasi pihak-pihak baik timses, Polda, Danrem, Pimpinan Daerah, maka sepakat dibentuk posko bersama di komplek Kepatihan Yogyakarta.
"Dengan posko di kepatihan koordinasi bisa lebih cepat. Bisa ambil langkah-langkah sebelum suatu peristiwa berkembang meluas. Prinsipnya kita sepakat jaga Yogya ini tetap aman dan nyaman,"katanya.
Sultan berharap, masyarakat menunggu pengumuman resmi dari KPU. Siapapun yang menang harus menghargai yang kalah. Sultan mencotohkan, seperti dalam laga Jerman VS Brazil, meski Jerman mengalahkan Brazil dengan skor telak namun tidak merayakan secara euforia di lapangan. Dan sangat menghargai Brazil. Sikap seperti itu perlu dicontoh, untuk bisa saling menghargai antara yang kalah dan yang menang.
(fjr/fjr)











































