Komplotan pemuda mencoba membobol rumah salah seorang warga yang sedang ditinggal pergi oleh penghuninya. Caranya, dengan mencongkel pintu samping. Untungnya, aksi kejahatan tersebut berhasil digagalkan karena si pemilik rumah keburu pulang.
Seorang pelaku yang mengaku bernama Doni, ditangkap warga dan digelandang ke kantor polisi. Pemuda tanggung tersebut sedang mencongkel pintu samping rumah itu saat penghuninya datang, Minggu sore sekitar pukul 15.00 WIB. Sementara dua rekannya yang menunggu dan memantau situasi di luar langsung kabur menggunakan sepeda motor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun warga tak begitu saja percaya, karena kusen pintu rumah tersebut sudah rusak dicongkel. Dan pelaku ada di sebelah pintu yang dicongkel tersebut. Setelah diinterogasi warga, Doni akhirnya mengaku dia lah pelakunya. Dia melakukan aksi tersebut bersama dua temannya yang menunggu di luar pagar. "Saya loncatin pagar," ujarnya.
Mereka juga membawa golok dalam menjalankan aksi kejahatan itu. Saat mereka beraksi, situasi sekitar memang sepi dan cuaca agak mendung setelah hujan.
"Dua teman saya kabur," ujar pelaku yang berkaus merah lusuh dan bercelana panjang warna krem tersebut.
Saat ditanyai warga, pelaku berbicara berbelit-belit. Keterangannya juga berubah-ubah. Awalnya, pemuda tanggung berbadan kecil yang menggunakan tato di punggung ini bilang usianya 8 tahun, tapi begitu ada warga lain yang menanyakan, ia mengaku berumur 12 tahun.
Doni juga mengaku bukan warga Cijantung, melainkan tinggal di Cililitan dekat dengan PGC (Pusat Grosir Cililitan). Tapi sewaktu ditanyai warga soal perkelahian pemuda yang terjadi di dekat Cijantung, (dekat pool Bus Mayasari), Doni terjebak, dengan menyebut tempat asal pelaku tawuran. "Dia paham daerah sini, bisa jadi dia orang sini juga" tutur Wardi, warga lainnya.
Pelaku yang bertubuh kecil ini akhirnya menyebut tempat tongkrongannya di kawasan Jalan Pertengahan Cijantung bersama teman-temannya. Ia mengaku putus sekolah dan tidak punya orang tua lagi, dan hanya memiliki orang tua angkat bernama Agus. Ia pun memberikan nomor telepon seorang bernama Agus tersebut. Namun saat dihubungi, nomor itu tidak aktif.
Pelaku kini sudah dibawa ke Markas Polsek Pasar Rebo untuk penyelidikan lebih lanjut dan mencari komplotan mereka.
Warga mesti hati-hati meninggalkan rumah dalam keadaan kosong. Di saat hari masih terang benderang pun, maling nekat beraksi.
(dim/fjr)











































