Nobar Piala Dunia di kafe? Itu biasa. Tapi nobar dalam penerbangan pesawat di atas ketinggian 9.753 meter? Tentu punya sensasi sendiri. Apalagi ditemani makanan maknyus untuk santap sahur.
Kesempatan ini dirasakan detikcom saat mengikuti penerbangan Jakarta-Belanda dengan Garuda Indonesia, Minggu (13/7/2014). Pesawat Boeing tersebut take off dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 00.30 WIB. Awalnya, selepas take off para penumpang rencananya akan langsung tidur sambil menunggu sahur. Namun rencana ini urung karena awak kabin memberitahukan pertandingan Piala Dunia untuk memperebutkan posisi ketiga antara Brasil vs Belanda bisa ditonton live dari layar televisi di bangku penumpang.
"Para penumpang, saat ini Anda bisa menonton pertandingan Piala Dunia untuk memperebutkan posisi ketiga antara Brasil vs Belanda bisa ditonton live di Sport 24," kata kapten pesawat Syamaul Maarif lewat pengeras suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gol..!" teriak beberapa penumpang saat Belanda mencetak gol di menit ke 2.
Ssstt..namun teriakan gol ini harus ditahan karena banyak penumpang, terutama perempuan yang memilih tidur lelap.
"Plok..plok..plok..!" beberapa penumpang bertepuk tangan saat Belanda kembali menyarangkan bola ke gawang Brasil di menit ke 16. Tepuk tangan tentu tidak seheboh seperti nobar di kafe karena beberapa penumpang tertidur.
Nah, tentu tidak enak jika nonton sepak bola tanpa ada kudapan. Kami memilih menu utama bihun goreng dengan ayam goreng. Awalnya ragu karena biasanya makanan di pesawat tak senikmat makanan di darat. Tapi ternyata menu ini membuat lidah berontak ingin menambah satu porsi. Daging ayamnya empuk dengan bihun yang pas rasanya.
Bagaimana bisa menonton Piala Dunia di pesawat yang sedang mengudara? "Ini karena memakai Boeing 777-300 per 29 Mei 2014. Paling canggih di kelasnya. Kelebihannya yaitu adanya first class, 8 chanel tv," kata Vice Director Comunication Garuda Indonesia, Pujobroto.
Masih ada keistimewaan lagi, yaitu pesawat itu melayani penerbangan full direct sehingga Jakarta-Amsterdam cukup ditempuh 13 jam. Cepatnya perjalanan karena rute ini memotong transit di Abu Dhabi yang sebelumnya ditempuh Garuda.
Selain itu, penumpang di pesawat ini juga bisa menggunakan layanan Wifi sehingga penumpang bisa browsing internet dan lainnya untuk melaksanakan tugas kantor atau bermain media sosial. Tentu saja dengan membayar biaya tertentu.
"Untuk first class, penumpang yang pesan telor mata sapi bisa langsung dibikinkan karena dilengkapi kitchen," papar Pujo.
Ditemani segelas kopi, perjalanan 13 jam Jakarta- Belanda menjadi pengalaman tersendiri di Piala Dunia kali ini. Apalagi jika Anda penikmat total football Belanda, menikmati live di atas awan-- bagaimana Tim Orange mempermalukan Brasil di kampung halamannya -- menjadi cerita lain Piala Dunia 2014. Tentu disayangkan jika pertandingan itu ditonton lewat siaran tunda. Skor 3-0 untuk Belanda langsung bisa ditonton dari pesawat dengan kecepatan 980 km per jam.











































