Dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (13/7/2014), kunjungan tersebut juga dihadiri oleh Kepala BP2A Taqwallah, Kadis Sosial Aceh Bukhari Ak, Kadistan Aceh, Kepala Biro Umum Setda Aceh Mustafa, Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh Murthalamuddin dan sejumlah pejabat lingkup Pemerintahan Aceh lainnya. Hadir juga unsur Muspida Aceh Timur.
Akibat abrasi di pantai Desa Kuala Puntong Idi Rayeuk ini sebelas unit rumah warga hancur, dan beberapa unit rumah lainnya juga terancam ambruk akibat dikikis ombak. Beberapa rumah dan kebun warga yang terletak persis di desa itu juga hancur diterjang ombak pasang. Sementara, tebing penahan ombak hanya beberapa meter yang tersedia, sedangkan yang dibangun oleh pemda sudah roboh dan tak dapat digunakan lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah Aceh akan berupaya membangun tebing penahan ombak yang kokoh, masyarakat yang terkena imbas juga akan kita bantu," ujarnya.
Gubernur Zaini sedikit kecewa melihat kondisi pembangunan Tebing penahan ombak desa Kuala Puntong yang menurutnya dikerjakan asal-asalan. "Ini tidak boleh terjadi lagi, konstruksinya sangat jelek, rekanannya asal-asalan mengerjakan pekerjaannya,β tegasnya.
Bupati Aceh Timur, Hasballah, mengatakan langkah awal dari tindak lanjut penanggulangan bencana yang sangat parah telah direspon. Selain bantuan darurat, pihaknya juga telah mengusulkan anggaran kepada pemerintah pusat untuk MEMbangun rumah yang terkena abrasi tersebut.
"Pengajuan anggaran tersebut diusulkan ke pemerintah pusat, termasuk untuk membangun tanggul pemecah ombak di Desa Kuala Puntong," tukasnya.
(rni/rvk)











































