"Sudah ada laporan, semalam kita terima, kita lagi kaji, kita memastikan apakah dokumen yang dipegang pelapor itu dokumen yang sah dan bisa kita kroscek," ujar ketua Bawaslu, Muhammad kepada wartawan saat buka puasa bersama di kediaman Jimly Asshiddiqie di kawasan Pondok Labu, Jaksel, Sabtu (12/7/2014).
Dalam prosesnya, lanjut Muhammad, Bawaslu juga mendapatkan dokumen C1 yang sama persis dengan apa yang dikeluarkan oleh setiap TPS. Hal tersebut harus terjaga keasliannya, mengingat adanya sejumlah pemalsuan yang sempat terjadi pada Pileg lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga hari ini Bawaslu RI sudah mendapatkan formulir C1 sesuai dengan apa yang diserahkan KPPS sebanyak 85 persen. Saat ini Bawaslu akan melakukan kroscek mengenai keaslian form tersebut.
"Tapi sepanjang ini belum ada perubahan rekap di tingkatan desa yang masuk ke badan pengawas pemilu," kata dia.
Dia juga mengimbau kepada setiap tim sukses masing-masing capres untuk segera melapor ke Bawaslu apabila menemukan kejanggalan di lapangan.
"Kalau misalnya tim capres menemukan perubahan rekap ya segera laporkan ke Bawaslu. Waktu kita tidak banyak, jadi mohon kerjasamanya untuk melaporkan tapi tolong dengan dokumen atau bukti-bukti awal yang bisa dipertanggungjawabkan," pungkasnya.
(rni/rvk)











































