"Penyerahan bantuan-bantuan itu bukan hanya dari pemerintah tapi juga dari kalangan sektor swasta, dunia usaha dan BUMN," ujar Agung dalam sambutannya di Pendopo Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (12/7/2014).
Kemenko Kesra memberikan bantuan 100 karung beras super seberat 5 kilogram. Selanjutnya, Kementerian Kesehatan memberikan bantuan berupa 20 penjernih air keramik, 2 ton MP-ASI dan obat-obatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga memberikan bantuan berupa fasilitas komunitas budaya senilai Rp 100 juta, revitalisasi desa adat Rp 400 juta, pendidikan menengah Rp 80.686.351.000, pendidikan dasar Rp 905.281.785.000 dan bantuan PAUD Rp 8.586.295.000.
Sementara, Kementerian Sosial memberikan bantuan dana sebesar Rp 187.200.000 untuk 104 orang penyandang cacat berat di Garut dengan rincian Rp 300 ribu per orang setiap bulannya. Bantuan ini dimulai pada Mei-Oktober 2014 melalui program AS-ODA.
Bantuan juga diberikan oleh BKKBN, PNPM, BRI, BPJS Ketenagakerjaan dan Rumah Zakat berupa 1 unit oven, 500 palet sembako, 100 beasiswa senilai Rp 1 juta dan sertifikat BLM senilai Rp 71.950 miliar.
"Saya berharap di Garut yang menurut catatan kami penduduknya luas dan potensi alamnya dahsyat. Ini mengapa saya sering datang ke garut karena ingin membawa dari yang tertinggal menjadi lebih maju lagi karena potensinya ada," tutup Agung.
(aws/fdn)










































