Antisipasi Kekurangan Beras, Menko Kesra Kunjungi Gudang Bulog di Bandung

Antisipasi Kekurangan Beras, Menko Kesra Kunjungi Gudang Bulog di Bandung

- detikNews
Sabtu, 12 Jul 2014 15:06 WIB
Antisipasi Kekurangan Beras, Menko Kesra Kunjungi Gudang Bulog di Bandung
Menko Kesra Agung Laksono (Foto: Ayunda S/detikcom)
Jakarta -

Menko Kesra Agung Laksono meninjau persediaan beras di Badan Urusan Logistik (Bulog), Bandung, Jawa Barat. Hal ini dilakukannya karena mendapat laporan stok beras dan gula menurun akibat kemarau berkepanjangan (El Nino).

"Saya dapat laporan di wilayah Jabar stok (beras) berkurang, tapi setelah dicek sekarang masih ada sampai 188 ribu ton," tutur Agung saat mengunjungi Gudang Bulog di Kecamatan Cimahi Selatan, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (12/7/2014).

"(Ada) pengaruh El Nino?" tanyanya ke Kepala Divisi Bulog Regional Jabar, Alif Afandi, yang mendampinginya berkeliling mengecek kondisi beras. "Belum ada, paling banjir kemarin," jawab Alif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, persediaan beras ini cukup hingga 5,5 bulan ke depan. Meski demikian, langkah antisipasi stok juga masih dilakukannya dengan membeli beras ke petani lokal.

"Masih dilakukan pembelian ke petani harganya Rp 6.600 sesuai keputusan pemerintah dan dijualnya tidak boleh dirubah dari Rp 1.600 per kilo," jelas Agung.

Dia juga menjelaskan, pemerintah masih memberikan bantuan subsidi berupa raskin kepada warga yang tidak mampu.

"Subsidi ini diberikan ke mereka yang tergolong miskin dan sangat miskin. Sasaran ini di upgrade terus tiap 6 bulan. Kalau ada perubahn yang menerima, maka melalui musyawarah desa bisa diganti," lanjutnya.

Sistem pendistribusian beras ke masyarakat juga dinilai sudah jauh lebih baik. Kini bila ditemukan beras yang kualitasnya kurang, maka bisa langsung ditukar dengan yang kualitasnya lebih baik.

"Sekarang ada yang dinamis jadi kalau ada kualitasnya buruk bisa ditukar demi kualitasnya bisa dijamin di masyarakat. Sebelum didistribusikan, kalau jelek ya diganti. Ini pedoman untuk di seluruh Indonesia. Kalau masih ada yang ditemukan berarti kasus per kasus," kata pria yang juga menjabat sebagai Waketum Golkar ini.

"Kita berharap dari waktu ke waktu raskin ini bisa lebih baik. Saya dengar
dari capres-capres juga mau melanjutkan program ini nanti," katanya.

(aws/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads