Pertama, Menag mengimbau para petugas bersikap tegas, cepat, tepat dan tanggap. Kedua, para petugas berkomitmen tinggi dan mampu bekerja secara kolektif, untuk melayani, melindungi tanpa pilih kasih. Ketiga, petugas harus dapat melakukan semua kewajiban, semata karena Allah SWT.
"Semua harus dipersiapkan dengan matang karena ada kemungkinan haji akbar," kata Lukman dalam siaran pers, Sabtu (12/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Terakhir, kita harus sabar, tulus, dan rendah hati. Semua yang kita laku dan kerjakan, haruslah dengan landasan cinta.” tambah Menag.
Menag mengingatkan bahwa dari 168.800 calon jama’ah haji Indonesia, sebagian besar berasal dari pedesaan, dengan pengetahuan yang masih sederhana dan banyak yang belum pernah ke luar negeri.
"Karenanya, kita sebagai petugas harus benar-benar memahami tugas dan fungsi masing-masing, baik yang bertugas di wilayah pelayanan umum, ibadah maupun pelayanan kesehatan," imbaunya.
Menag menegaskan, bahwa Pemerintah, berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan pelayanan haji, termasuk di dalamnya adalah para petugas. Karenanya, petugas harus benar-benar profesional, berdedikasi dan berakhlaq.
“Kita harus fokus jadi petugas. Tanggalkan jabatan dan atribut kita. Mari kita terus membenahi untuk selalu melakukan pembinaan, pelayanan dan perlindungan terhadap para tamu Allah SWT. Mari, kita bekerja dan melayani dengan cinta dan keikhlasan,” pungkasnya.
(van/spt)











































