"Dilihat kondisi sekarang, Gaza membutuhkan obat-obatan khusus luka-luka dan juga makanan," ujar Sarbini. Hadir pula dalam diskusi publik, duta besar Iran untuk Indonesia, Mahmoud Farazandeh, dan perwakilan MUI pusat Saleh Daulay.
19 relawan yang berangkat keseluruhan adalah teknisi bangunan, mekanik, dan listrik. Untuk relawan medis, MER-C masih memantau kondisi kebutuhan di Jalur Gaza. Sarbini juga sudah menugaskan para relawan untuk siap membantu apapun terutama evakuasi korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami masuk dari Mesir (Rafah)," ucap Sarbini.
Sarbini menjelaskan, untuk memasuki wilayah Gaza tidaklah mudah. Otoritas jalur Gaza sangat memudahkan izin masuk wilayahnya. Akan tetapi, permasalahan terdapat di izin dari otoritas luar negeri Mesir. Kondisi daerah yang merupakan wilayah konflik mengharuskan relawan memiliki surat rekomendasi bebas akses wilayah konflik yang dikeluarkan oleh otoritas Mesir. Dirinya menjelaskan meskipun tidak melalui pihak Kemenlu RI, namun Kemenlu tetap mendukung.
"Orang Gaza makin banyak yang masuk malah makin seneng karena banyak
bantuan," ujar Sarbini.
MER-C menerima bantuan dari masyarakat Indonesia yang ingin membantu. Masyarakat dapat membantu dengan cara transfer donasi ke rekening MER-C.
Bantuan berupa tenaga ahli juga dibutuhkan asalkan memenuhi kualifikasi dan mendapat izin.
(kha/kha)











































