"Mungkin human error ya, kita sedang cek," kata Komisoner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah kepada detikom, Jumat (11/7/2014).
Ferry menerangkan, kesalahan itu bisa terjadi dalam menyalin data karena C1 yang discan adalah C1 salinan dari tiap TPS. Kesalahan itu bisa dikoreksi langsung atau dalam proses rekapitulasi di tingkat atasnya yaitu Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan selanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gambar yang lama boleh jadi sudah sempet dilihat oleh masyarakat, sementara jika untuk rekayasa gambar relatif sulit karena ada watermark," papar Ferry.
Ia menegaskan, data dalam scan C1 itu selain bisa terjadi kesalahan karena human error, juga merupakan bukan data final karena akan dilakukan rekapitulasi di tingkat atasnya yang bisa mengkoreksi jika ada kesalah di bawa. Proses rekap itu digelar dalam rapat pleno terbuka bersama seluruh saksi dan pengawas pemilu.
"Di portal ada notification/disclaimer-nya terkait upload C1," ucap mantan ketua KPU Jawa Barat itu.
Disclaimer dimaksud adalah data hasil C1 yang dikirimkan dari Kabupaten/Kota merupakan hasil yang telah diplenokan pada tingkatannya dan bukan merupakan hasil final tingkat nasional karena data tersebut dapat berubah sesuai dengan hasil rapat pleno pada tingkat diatasnya atau pada rapat pleno tingkat pusat.
Untuk diketahui, scan C1 yang berformat Jpg itu diperoleh dari seluruh TPS di Indonesia yang dikirimkan oleh Kabupaten/Kota kepada KPU RI. KPU RI lalu mempublikasikannya melalui website pemilu2014.kpu.go.id. Hingga pukul 20.35 WIB malam ini, sudah 46,63 persen C1 terpublikasi.
(bal/trq)











































