"Kalau dulu kita selalu berhadapan antara aparat dan mahasiswa, sekarang saling berhadapan dalam konteks yang lebih baik yaitu berdiskusi untuk membawa negara ke arah yang lebih baik," kata Moeldoko di Balai Sudirman, Jakarta, Jumat (11/7/2014).
Dia menekankan agar kalangan mahasiswa ikut memperhatikan ketahanan negara di bidang ekonomi khususnya terkait investasi. Baginya mempertahankan bangsa menjadi penting dalam hubungan dunia internasional.
"Kalau seandainya negara kita menjadi kolaps, siapa yang senang? Yang senang ya negara tetangga karena modal akan terbang, investasi pindah ke negara lain yang lebih tenang dan stabil, secara ekonomi kita menjadi kolaps," sebutnya.
"Mahasiswa sanggup tidak?" tanya Moeldoko. "Sanggup," sahut mahasiswa serentak.
Moeldoko juga mengajak mahasiswa terus menumbuhkembangkan sikap demokratis. "Agar semua memiliki kesadaran yang sama untuk menjaga stabilitas, agar demokrasi itu terkawal menuju sasarannya dengan mapan," sambungnya.
(hat/fdn)











































