Kapal Tak Berani Melintas di Meulaboh, Pesawat Dikerahkan

Kapal Tak Berani Melintas di Meulaboh, Pesawat Dikerahkan

- detikNews
Selasa, 28 Des 2004 16:00 WIB
Jakarta - Meski mengalami kerusakan parah akibat gempa tsunami, korban di Kabupaten Meulaboh hingga kini belum terpantau. Pesawat-pesawat kecil akan diupayakan melintas ke Meulaboh."Sampai hari ini, Aceh Besar dan Aceh Selatan belum terpantau. Kita belum berhubungan ke sana. Itu dikeluhkan dalam rapat di Menko Kesra bahwa kapal tidak berani melintas di pelabuhan Meulaboh," kata Ketua Tim Penanggulangan Masalah Kesehatan dan Bencana Alam Departeman Kesehatan Naydial Roesdal di Depatemen Kesehatan, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (28/12/2004). "Dalam rapat rakor Kesra akan diupayakan adanya pesawat-pesawat kecil yang bisa melintas ke sana sebab pelabuhan Sibolga aman. Jadi, Sibolga bisa melihat daerah itu," lanjutnya.Seluruh Kabupaten Meulaboh diberitakan mengalami kerusakan paling parah. Delapan puluh persen kota hancur dan diperkirakan korban tewas mencapai sekitar 5.000 sampai 10.000 orang. PenyakitPasca bencana gempa dan tsunami, warga Aceh dan Sumatera Utara dihantui berbagai penyakit kulit dan diare."Karena fokus pada penanganan bencana saja, jadi akibat bencana itu belum terlihat. Kalau kita tidak preventif akan cepat timbul penyakit kulit dan diare sebab di Aceh kesulitan bahan bakar. Jadi kalau sudah kesulitan bahan bakar akan sulit mendapatkan semuanya," kata Ketua Tim Penanggulangan Masalah Kesehatan dan Bencana Alam Departeman Kesehatan Naydial Roesdal. "Besok pagi akan kirim tenaga kesehatan sebanyak 24 orang, termasuk tenaga spesialis dan perawat yang akan berkoordinasi dengan petugas lapangan di daerah sana," demikian Naydial. (aan/)


Berita Terkait