Longsor di Magelang, 1 Bayi Tewas, 3 Rumah Tertimbun

Longsor di Magelang, 1 Bayi Tewas, 3 Rumah Tertimbun

- detikNews
Selasa, 28 Des 2004 15:53 WIB
Yogyakarta - Bencana tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mengakibatkan satu balita tewas, tiga rumah tertimbun tanah dan 6 rumah terendam lumpur. Para warga berhasil menyelamatkan diri ketika tanah yang berasal dari bukit Selorejo di perbukitan Menoreh itu longsor.Salah seorang saksi mata, Muthalib (30) menuturkan, bukit Selorejo pertama kali longsor sekitar pukul 20.00 WIB, Senin (27/12/2004) di saat hujan masih deras disertai bunyi gemuruh dan gemeretak karena pepohonan bertumbangan. Pohon sengon, jati dan rumpun bambu petung yang ada di bukit setinggi 70-an meter turun ke bawah terseret longsoran tanah hingga menutupi jalan desa. "Begitu mendengar suara gemuruh, saya langsung keluar rumah. Ternyata bukit Selorejo telah longsor ke bawah," kata Muthalib yang rumahnya selamat dari bencana tanah longsor tersebut.Saat itu pula, Muthalib langsung berteriak-teriak meminta tolong dan memberitahu kepada tetangga sekitarnya sambil menyelamatkan lima ekor kambing miliknya. Malam itu juga seluruh keluarganya diungsikan menuju rumah kerabatnya yang terletak tidak jauh dari rumahnya. Beberapa warga berhasil menyelamatkan diri sambil membawa harta bendanya. Kepala desa Ngargoretno Wicaksono menambahkan, sejak pukul 20.00 - 21.00 WIB, tanah di bukit yang longsor terus turun hingga menutup jalan desa dan menimbun tiga rumah milik keluarga Ardjudi, Pudjo Prayitno dan Thohar hingga rata dengan tanah. Ketiga rumah tersebut yang sebagian besar adalah rumah dari tembok batu bata, tertimbun tanah dan pohon-pohon yang tumbang.Sedangkan lima rumah milik warga lainnya terutama yang berada di bawah jala desa terendam lumpur hingga ketinggian sekitar 1 meter. Lima rumah yang terendam lumpur, antara lain milik keluarga Tukiran, Komarudin, Sawali, Sopawiro dan Sutarno. Rumah Sopawiro bagian depan yang terbuat dari kayu jati hancur terdorong kuatnya longsoran tanah, namun tidak roboh. Selain kerugian harta benda, kata Wicaksono, akibat bencana tanah longsor tersebut, satu balita yang baru saja dilahirkan meninggal dunia. Saat hujan masih turun dengan derasnya, Ny Wasilah (26) yang tinggal di sebelah bukit yang longsor sekitar pukul 19.00 WIB, merasa akan melahirkan. Saat itu pula suaminya diminta untuk memanggil seorang bidan desa yang ada di desa sebelah. Namun karena jalan desa yang ada di dekat rumahnya tertimbun longsoran tanah yang cukup tebal sehingga tidak bisa dilalui kendaraan maupun jalan kaki. Oleh karena terlambat dilakukan pertolongan, bayi tersebut kemudian meninggal dunia pada pukul 21.00 WIB. Hingga saat ini beberapa warga yang tinggal di sekitar lokasi masih berupaya membersihkan lumpur yang mengenai halaman dan di dalam rumah. Beberapa warga terutama anak-anak dan ibu-ibu diungsikan di rumah kerabat atau tetangga sekitar yang tidak terkena longsor serta di balai desa. (asy/)


Berita Terkait