RI Buka Hubungan Diplomatik dengan Belize

RI Buka Hubungan Diplomatik dengan Belize

- detikNews
Jumat, 11 Jul 2014 18:37 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia secara resmi membuka hubungan diplomatik dengan Belize. Secara resmi telah digelar penandatanganan Komunike Bersama (Joint Communiqué) antara Duta Besar Republik Indonesia untuk Meksiko, Hamdani Djafar, dengan Duta Besar Belize untuk Meksiko, Duta Besar Oliver del Cid.

Acara digelar di kediaman Duta Besar Belize di Mexico City (9/7). Dalam siaran pers Kemlu, Jumat (11/7/2014) disebutkan bahwa melalui pembukaan hubungan diplomatik dengan Belize ini, Indonesia saat ini tercatat telah memiliki hubungan diplomatik dengan 186 negara PBB.

Diketahui Belize saat ini tengah gencar membuka hubungan diplomatik dengan negara-negara anggota PBB. Pada kesempatan yang sama, Belize juga membuka hubungan diplomatik dengan Palestina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pembukaan hubungan diplomatik Belize dan Palestina ini ditanggapi positif oleh Duta Besar Hamdani Djafar yang kembali menyampaikan dukungan Indonesia untuk mewujudkan negara Palestina yang berdaulat dan merdeka.

Dubes Hamdani Djafar dalam sambutannya sebelum penandatanganan Komunike Besama mengemukakan bahwa peristiwa penandanganan Komunike Bersama ini merupakan hari bersejarah.

"Indonesia dan Belize secara resmi membuka hubungan diplomatik untuk memajukan persahabatan dan kerja sama antara kedua negara dan bangsa. Pembukaan hubungan diplomatik ini sejalan dengan konsep thousand friends and zero enemy," kata Hamdani.

Dubes Hamdani meyakini bahwa pembukaan hubungan diplomatik kedua negara menandai bentuk formal dari kerjasama bilateral yang telah terjalin selama ini.

"Ini merupakan langkah awal yang akan semakin memperkuat fondasi bagi peningkatan hubungan bilateral kedua negara di masa depan," terang Hamdani.

Dengan pembukaan hubungan diplomatik ini, kedua negara diharapkan dapat saling mendukung pencalonan di berbagai organisasi internasional dan saling menggali peluang kerja sama antar kedua negara di bidang politik, ekonomi, sosial budaya, perdagangan dan pendidikan.

(nal/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads