Kantor yang diancam bom, sebagian besar adalah kantor yang dalam hasil hitung cepatnya mengunggulkan pasangan Jokowi-JK diatas 50 persen. Lalu apa kata kubu Jokowi JK terhadap ancaman tersebut?
"Ini demokrasi, proses pemilu intinya harus dijalankan secara terhormat. Pilarnya demokrasi adalah kepercayaan. Biarlah proses ini berjalan, dan lihat hasilnya," kata Jubir Jokowi-JK, Anies Baswedan di SCTV Tower, Senayan, Jakpus, Jumat (11/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak merasa diancam. Tapi ya justru itu, di mana-mana demokrasi akan berhadapan dg kalah. Ya harus mau menerima," ujar Rektor Paramadina non aktif ini.
Menurutnya, ancaman bom molotov ini belum masuk dalam kategori membahayakan. Ia menilai pada akhirnya, pihak yang kalah secara bertahap akan menerima hasil rekapitulasi KPU.
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Saya rasa siapapun yang kalah nanti pasti dapat menerima," pungkasnya.
Sementara itu, capres nomor urut 2, Joko Widodo mengaku tak tahu adanya serangan bom molotov pada lembaga JSI itu. Ia hanya menyerahkan sepenuhnya pada aparat kepolisian.
"Kapan? Ya itu urusannya aparat," ujar Jokowi singkat.
(bil/ndr)











































