Suasana Sepi dan Lantunan Salawat Nabi dari Rumah Polonia

Suasana Sepi dan Lantunan Salawat Nabi dari Rumah Polonia

- detikNews
Jumat, 11 Jul 2014 16:37 WIB
Suasana Sepi dan Lantunan Salawat Nabi dari Rumah Polonia
Rumah Polonia (Hannie/ detikcom)
Jakarta -

Rumah Polonia yang terletak di Jalan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, itu tampak sepi. Dua gerbangnya tertutup. Sejumlah pedagang menggelar lapak di pinggir jalan, menjajakan berbagai suvenir bertema Prabowo-Hatta.

Di atas panggung yang berada halaman rumah, terdapat sebuah podium berwarna bening lengkap dengan mic, di sekitarnya dipasang dekorasi bunga di panggung yang berlapis karpet merah itu. Sementara itu, belasan karangan bunga ucapan selamat atas terpilihnya dan kemenangan Prabowo-Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden, berjajar merapat di tembok pagar.

Hingga menjelang siang, Jumat (11/7/2014) hanya ada beberapa orang petugas Rumah Polonia yang tampak hilir mudik. Sebagian dari mereka bersantai di depan pos jaga yang berada di sisi kanan rumah. Seorang pemuda berkemeja putih dengan lambang garuda merah, menabuh aqua galon bekas menjadi gendang. Ia melantunkan lagu dukungan kepada Prabowo-Hatta yang diselingi dengan salawat nabi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suasana ini terlihat kontras dibanding sebelum pencoblosan yang terlihat ramai. Belasan komunitas atau organisasi bergantian
mendeklarasikan dukungan. Pendukung silih berganti berdatangan hingga larut malam. Total sekitar 800-an komunitas yang telah mendeklarasikan dukungan di rumah yang pernah Sukarno tempati tersebut.

Sehari pasca pencoblosan, rumah polonia tak seramai biasanya. Kemarin, Tim Pemenangan menggelar rapat Timses yang dihadiri Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Mahfud MD, Sekjend Tim Pemenangan Fadli Zon
dan lainnya.

Hari ini hingga menjelang siang tampak sepi. Selepas salat Jumat, beberapa pendukung tampak hadir dan duduk di bangku merah yang tersedia di bawah tenda, mereka berbincang seputar pilpres pasca pencoblosan.

Sementara di tenda Media Center yang biasa digunakan untuk jumpa pers dan awak media rehat, juga tampak sepi. Hanya ada sekitar tujuh pewarta yang sedang mengutak-utik ponsel genggam, sambil menatap layar televisi yang menyiarkan berita seragan Israel ke Gaza Palestina.

(idh/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini