"Jadi kalau melakukan hal-hal yang tidak diinginkan, tidak mungkin terjadi di kantor mereka. Kantor mereka sangat terbuka. Tempat orang hilir mudik. Jadi kalau mau menutupi satu kebohongan akan sangat sulit karena banyak mulut yang harus ditutup. Jadi tidak mungkin itu terjadi," kata Maya.
Hal tersebut dia sampaikan saat menggelar jumpa pers di sekolah JIS, Jl Terogong, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (11/7/2014). Hadir Dewan Pengawas JIS Bernadino JR Vega dan Ketua Perwakilan Serikat Pekerja JIS Rully Iskandar, serta puluhan perwakilan karyawan dan orang tua murid JIS lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga berharap media bisa memberitakan secara seimbang. Mereka punya keluarga, punya masa depan. Mereka punya kehidupan dan punya keluarga yang harus di-protect juga," tambahnya.
Bernadino sebagai perwakilan dari pihak JIS menyebut, bukti-bukti yang bisa menyelamatkan dua guru itu dari jeratan hukum sudah disiapkan. Saat ini, tim pengacara yang dipimpin Hotman Paris sedang menggodoknya.
"Kita yakin bukti yang ada di kepolisian saat ini adalah bukti yang sah dan kuat. Sehingga kami yakin bahwa guru-guru ini tidak bersalah," tambahnya.
Perwakilan dari karyawan, Rully, menilai karakter dua guru yang dijadikan tersangka selama ini dikenal sangat baik. "Selama ini kami yakin karakter mereka tidak perlu dipertanyakan lagi," ujarnya.
Polisi menetapkan Neil Bantleman dan Ferdinant Tjiong sebagai tersangka kekerasan seks setelah mengantongi bukti kuat. Keduanya juga sudah dicegah ke luar negeri.
(mad/nrl)











































