"Bilang sama mereka, tunggu 22 Juli dulu. Lihat hasilnya, baru kita lihat kemungkinan," kata Wakil Ketua Umum Fadel Muhammad saat dihubungi, Jumat (11/7/2014).
'Mereka' yang dimaksud Fadel adalah Nusron Wahid, Poempida Hidayatulloh, dan Indra J Piliang. Mereka dikenal sebagai kader Golkar 'mbalelo' yang mendukung Jokowi-JK, meski sikap resmi partai adalah mendukung Prabowo-Hatta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita minta semua solid dulu," tutur Fadel.
Lantas, apa itu berarti Musyawarah Nasional (Munas) untuk mengganti Ketum Golkar bakal bisa dipercepat? Fadel lantas cepat menepis kemungkinan ini.
"Saya pimpinan Munas di Riau. Saya dulu adalah yang menerima pataka dari Pak JK (Ketum Golkar waktu itu) Munas (2015) tidak akan dipercepat," jawabnya.
Nusron Wahid yang pertama melontarkan desakan agar Munas Golkar dipercepat. Lantas Poempida menghembuskan kabar soal akan berubahnya dukungan Golkar ke Jokowi-JK. Pernyataan Poempida ini sudah ditepis oleh Wasekjen Golkar Tantowi Yahya yang mengatakan Golkar akan tetap berada di Koalisi Merah Putih.
Lalu Indra J Piliang memunculkan 3 nama calon ketum Golkar pengganti Ical, yaitu Agung Laksono, MS Hidayat dan Agus Gumiwang.
(dnu/trq)










































