Pelepasan tim dilakukan usai salat Jumat. Tim kemanusiaan itu dipimpin Andhika Purbo Swasono, demikian siaran pers ACT yang diterima detikcom, Jumat (11/7/2014).
Tim yang terdiri dari tenaga medis dan logistik ini akan mengirim bantuan ke Gaza City. Bantuan dari masyarakat Indonesia diwujudkan dalam bentuk paket pangan, peralatan medis dan obat-obatan serta energi (alat pembangkit listrik dan bahan bakarnya).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagaimana pun keberangkatan tim kemanusiaan ini berisiko. Karena masuk ke wilayah yang sedang terjadi perang," terang Ahyudin saat memberi arahan kepada Tim SOS Palestina di Jakarta, Kamis (10/7/2014) kemarin.
Ahyudin menyatakan, pembebasan Palestina wajib bagi bangsa-bangsa di dunia yang peduli dengan tragedi kemanusiaan. Tragedi ini kembali terjadi atas bangsa Palestina di bulan suci Ramadan ini.
"Oleh karena itu, dunia harus segera merespons untuk membebaskan Palestina dari cengkeraman agresor Israel," tegas Ahyudin.
Bagi umat Islam, lanjut Ahyudin, yang sedang menjalankan ibadah puasa, isu Palestina bisa dimanfaatkan untuk menambah keridoan Allah dengan cara mencurahkan perhatian dan bantuan, dalam bentuk apapun, kepada Palestina.
"Insya Allah, semulia-mulianya infak, sedekah, dan zakat serta doa-doa umat Islam pada hari ini, salah satunya adalah membantu keselamatan saudara-saudara kita di Palestina. Musibah yang terjadi dan menimpa Palestina pada hari ini adalah skenario Allah juga.
Oleh karena itu, kata dia, umat Islam harus segera merespons ini dengan sebaik-baik sikap, yakni menunjukkan kepedulian sebagai hamba kepada hamba-Nya yang sedang terkena musibah kemanusiaan di Palestina," katanya.
"Insya Allah, isu Palestina juga bisa menjadi ukuran apakah di titik akhir kita berpuasa, apakah kita telah memenangkan Ramadan atau tidak," imbuhnya.
Ahyudin juga berharap isu Palestina bisa menyatukan umat Islam dan menyadarkan bahwa di tengah hiruk pikuk dunia, seperti Pilpres Indonesia, atau Piala Dunia, ada hal yang lebih penting yang harus direspons.
"Musibah yang menimpa saudara-saudara di Palestina semoga menjadi momentum kembali bagi umat Islam untuk bersatu, setelah terkesan berpecah belah oleh hajatan besar politik pemilihan Presiden Indonesia tahun ini yang baru kita lakukan pencoblosannya kemarin, serta menjadi momentum umat untuk melakukan kegiatan yang lebih manfaat, ketimbang misalnya menghabiskan waktu dengan menonton sepakbola (Piala Dunia)," tuturnya.
Andhika Purbo Swasono, yang memimpin tim kemanusiaan menyatakan kesiapannya lahir batin untuk mengemban amanah mengirimkan bantuan dari masyarakat Indonesia untuk Palestina.
(nik/nrl)











































