Desak Munas Dipercepat, Kader Muda Golkar Siapkan 3 Calon Ketum

Desak Munas Dipercepat, Kader Muda Golkar Siapkan 3 Calon Ketum

- detikNews
Jumat, 11 Jul 2014 14:40 WIB
Desak Munas Dipercepat, Kader Muda Golkar Siapkan 3 Calon Ketum
Jakarta - Kader muda Golkar mendesak Musyawarah Nasional (Munas) Golkar dipercepat. Salah satu yang mendorong percepatan adalah kader muda Golkar Indra J Piliang, yang telah menyiapkan 3 nama calon ketum pengganti Aburizal Bakrie (Ical).

"Agus Gumiwang Kartasasmita, Agung Laksono dan MS Hidayat. Sama-sama pro regenerasi," kicau Indra di akun twitternya @IndraJPiliang yang dikutip detikcom, Jumat (11/7/2014).

Agus Gumiwang adalah kader muda Golkar yang dipecat karena mendukung Jokowi-JK. Agung Laksono adalah Wakil Ketua Umum Golkar yang juga Menko Kesra. Sedangkan MS Hidayat adalah Ketua DPP Golkar yang juga Menteri Perindustrian.

"Silakan kalau mau jadi Tim Socmed (1) Agus Gumiwang Kartasasmita, (2) Agung Laksono dan (3) MS Hidayat untuk #Golkar12014," tambahnya mempromosikan ketiga rekannya.

Sebenarnya ada sejumlah nama lain yang disebut Indra layak menjadi calon Ketum Golkar, yaitu Mahyudin, Airlangga Hartarto, Ade Komaruddin, dan Indra Bambang Utoyo. Namun sepertinya peluang keempatnya untuk maju di Munas masih samar.

Sejumlah kader muda Golkar saat ini sedang mendesak pelaksanaan Munas dipercepat. Indra menerangkan saat ini sedang dilakukan lobi politik tingkat tinggi agar Munas bisa digelar sebelum Oktober 2014.

"Naga-naganya sebelum Oktober 2014. Lagi ada lobi-lobi politik tingkat tinggi di internal Golkar," tuturnya.

Golkar mulai bergejolak. Ketua DPP Golkar Firman Subagyo membenarkan soal adanya sejumlah kader yang mewacanakan untuk mempercepat Munas yang sedianya digelar pada Oktober 2015.

"Agenda Munas belum ada. Memang ada kelompok yang melakukan wacana itu, tapi AD/ART untuk masa jabatan sekarang diberi waktu di 2015, atau mundur satu tahun agar tidak berbarengan dengan Pilpres," kata Firman Sugabyo di Kompleks DPR RI, Kamis (10/7).

Masalah yang timbul di tubuh Golkar diakui Firman sudah muncul sebelum Pilpres 2014 digelar. Hal tersebut diawali dengan kekecewaan kader Golkar atas koalisi yang dipilih oleh Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Beberapa kader bahkan mengalihkan dukungannya ke pihak lawan, seperti anggota DPR RI dari Golkar Poempida Hidayatullah dan Nusron Wahid.

(trq/nrl)


Berita Terkait