Lembaga Survei Poltracking Diteror Telepon dan Disambangi Orang Tak Dikenal

Lembaga Survei Poltracking Diteror Telepon dan Disambangi Orang Tak Dikenal

- detikNews
Jumat, 11 Jul 2014 14:26 WIB
Jakarta - Lembaga survei Poltracking mendapat teror telepon. Lembaga survei yang kontraknya diputus salah satu stasiun TV ini juga disambangi orang tak dikenal pada dini hari.

"Berdasarkan keterangan penjaga kantor, ada telepon ke kantor sekitar pukul 01.00 WIB. Penjaga kantor melihat ada dua orang di depan pagar gerbang kantor pada saat telepon kantor secara bersamaan berdering. Telepon berlanjut sampai sekitar pukul 04.00 WIB dengan jeda beberapa kali. Telepon kembali berdering hingga empat kali pada pukul 08.30 WIB," terang Manager PR dan Program Poltracking Agung Baskoro dalam keterangannya, Jumat (11/7/2014).

Menurut Agung, berdasarkan keterangan beberapa staf Poltracking, pada pukul 10.30 WIB, datang tiga orang yang menerangkan dirinya sebagai inteligen Polres Setiabudi bahwa akan ada potensi penyerangan terhadap kantor Poltracking.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak Polres Setiabudi berjaga di sekitar kantor Poltracking sejak pagi. Hingga rilis ini dibuat. Poltracking sedang mengkondisikan seluruh staf karena adanya informasi ancaman atau penyerangan terhadap kantor Poltracking.

"Perlu dipahami bahwa potensi penyerangan ini terjadi setelah hari pemungutan suara 9 Juli 2014 dimana Poltracking adalah salah satu lembaga yang mengumumkan Hasil Quick Count Pemilu Presiden. Perlu diketahui bahwa hasil Quick Count Poltracking adalah Prabowo-Hatta 46,30% dan Jokowi-JK 53,70% dengan data masuk 99,75% dan Margin of Error 1%," terang Agung

"Sudah menjadi perbincangan publik bahwa dalam pelaksanaan Quick Count, Poltracking memutuskan untuk tidak mempublikasikan hasilnya dengan salah satu televise swasta karena ada kesepakatan yang dinilai melanggar," tutup Agung.

(nal/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini