"Berdasarkan keterangan penjaga kantor, ada telepon ke kantor sekitar pukul 01.00 WIB. Penjaga kantor melihat ada dua orang di depan pagar gerbang kantor pada saat telepon kantor secara bersamaan berdering. Telepon berlanjut sampai sekitar pukul 04.00 WIB dengan jeda beberapa kali. Telepon kembali berdering hingga empat kali pada pukul 08.30 WIB," terang Manager PR dan Program Poltracking Agung Baskoro dalam keterangannya, Jumat (11/7/2014).
Menurut Agung, berdasarkan keterangan beberapa staf Poltracking, pada pukul 10.30 WIB, datang tiga orang yang menerangkan dirinya sebagai inteligen Polres Setiabudi bahwa akan ada potensi penyerangan terhadap kantor Poltracking.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perlu dipahami bahwa potensi penyerangan ini terjadi setelah hari pemungutan suara 9 Juli 2014 dimana Poltracking adalah salah satu lembaga yang mengumumkan Hasil Quick Count Pemilu Presiden. Perlu diketahui bahwa hasil Quick Count Poltracking adalah Prabowo-Hatta 46,30% dan Jokowi-JK 53,70% dengan data masuk 99,75% dan Margin of Error 1%," terang Agung
"Sudah menjadi perbincangan publik bahwa dalam pelaksanaan Quick Count, Poltracking memutuskan untuk tidak mempublikasikan hasilnya dengan salah satu televise swasta karena ada kesepakatan yang dinilai melanggar," tutup Agung.
(nal/ndr)










































