Korban Tewas Tsunami di Aceh Bisa Mencapai 25 Ribu Orang
Selasa, 28 Des 2004 14:49 WIB
Medan -
Melihat kerusakan yang parah di bumi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), bisa jadi korban tewas akibat gempa dan gelombang Tsunami mencapai 25 ribu orang. Wakil Presiden M Jusuf Kalla memperkirakan korban tewas di Aceh antara 10.000-25.000 orang. Perkiraan jumlah korban tewas ini disampaikan oleh Wakil Presiden M Jusuf Kalla kepada wartawan di Posko Satkorlak Bandara Polonia, Medan, Selasa (28/12/2004). Jumlah korban tewas ini merupakan perkiraan terbaru Wapres. Sebelumnya, Wapres memperkirakan korban tewas antara 5.000 sampai 10.000 orang. Perkiraan Wapres ini berubah setelah dirinya bersama Gubernur Sumut Rizal Nurdin dan Mendagri M Ma'ruf melakukan pemantauan lewat udara terhadap kondisi Sumut dan NAD. Dari pemantauan itu, kerusakan-kerusakan di luar dugaan. Seperti kawasan Meulaboh mengalami kerusakan sangat parah. Diperkirakan 80 persen Meulaboh rata dengan tanah. "Di Meulaboh saja, saya perkirakan korban tewas mencapai 5.000 sampai 10.000 orang. Sedangkan untuk seluruh NAD, saya perkirakan 10.000 sampai 25.000 orang," ungkap Wapres. Sabang Tidak Separah Meulaboh Menurut Wapres, dari pemantauan melalui udara itu, Meulaboh dan Banda Aceh yang mengalami kerusakan paling parah. Sementara Pulau Sabang yang lebih dekat dengan pusat gempa mengalami kerusakan tidak separah Meulaboh. "Kondisi Sabang tidak separah Meulaboh. Kondisi terparah ada di Meulaboh dan Banda Aceh. Daerah-daerah lain juga, seperti Nias dan daerah yang dibentengi pulau-pulau kecil tidak mengalami kerusakan separah dua kota itu," kata dia. Akibat bencana ini, sampai sekarang, hampir di seluruh wilayah NAD, listrik masih padam. Begitu juga telekomunikasi. Namun, untuk kepentingan mendesak, pemerintah menyediakan telepon satelit.
(asy/)










































