Dephub Minta Telkom Segera Hidupkan Telekomunikasi di Aceh
Selasa, 28 Des 2004 14:20 WIB
Jakarta -
Departemen Perhubungan (Dephub) meminta PT Telkom untuk segera menghidupkan kembali fasilitas telekomunikasi yang lumpuh di Aceh akibat gempa dan tsunami, Minggu, lalu. Selain itu, Dephub juga mendorong PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) untuk mengoperasionalkan telekomunikasinya di Aceh karena dinilai memiliki kemampuan satelit hingga ke daerah-daerah pelosok.Hal ini disampaikan Direktur Telkom dan Informatika Ditjen Postel Dephub Susilo Hartono di Kantor Menko Kesra, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta, selasa, (28/12/2004)."Bagaimana pun juga kita usahakan telekomunikasi bisa berfungsi. Namun ada tahap-tahapan untuk perbaikan, PT Telkom diarahkan segera menghidupkan kembali fasilitas Telkom," tegas Susilo.Ditambahkan dia, saat ini sebetulnya genset di Telkom, Banda Aceh sudah bisa dinyalakan, namun masih diperlukan pengecekan lebih lanjut mengenai transmisi dan switching-nya. "Untuk Telkomsel sudah nyala, tapi kita tidak tahu persis apakah sudah mampu meng-coverage seluas daerah bencana. Kita juga coba mendorong PT Pasific satelit Nusantara untuk mengoperasionalkan telekomunikasinya di sana," ungkap Susilo.Susilo juga menyatakan, wilayah yang paling parah atau lumpuh total telekomunikasinya adalah wilayah Meulaboh, Pulau Nias dan Banda AcehDiungkapkan Susilo, kendala utama pengiriman teknisi atau pun ahli switching dan genset adalah masalah transportasi. "Kalau pun dikirim melalui udara peralatan atau orang-orangnya itu hanya bisa sampai Medan," kata dia.Dia juga mengatakan teknisi Telkom saat ini sudah dikirim ke Aceh, namun dia tidak tahu apakah teknisi atau ahli switching yang dikirim ke sana.Dalam kesempatan yang sama Dirjen Informasi Diplomasi publik dan Perjanjian Internasional Deplu M Sihombing mengatakan, saat ini Deplu sudah memutuskan setiap bantuan yang didapat dari luar negeri akan diterima seluruhnya, dan pihak Deplu sudah memberitahukan kepada perwakilannya di luar negeri agar berkomunikasi dengan pemerintahan setempat untuk menfasilitasi semua pemberian bantuan."Kita memperoleh bantuan dari Malaysia, Cina, Singapura, Australia, New Zealand dan beberapa negara sahabat lainnya, sekali pun dengan pesawat militer kita izinkan untuk masuk langsung ke Banda Aceh," katanya.Bantuian asing yang diterima pemerintah, lanjutnya, akan diarahkan langsung ke lapagan atau akan diinformasikan lewat Bakornas, sehingga Deplu tidak menerima bantuan secara langsung.
(umi/)










































