Ahok mengungkapkan Saefullah sebenarnya bukan yang punya nilai tertinggi dalam tes kompetensi dan proses seleksi yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.
"Sebetulnya kalau dilihat secara kemampuan, ada dua orang lagi yang nilainya di atas Beliau, yakni Pak Wiriyatmoko dan Bu Silvi," kata Ahok saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan Saefullah, di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Jumat (11/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi karena mereka sudah mau pensiun akhirnya kita memilih untuk mengangkat Pak Saefullah menjadi Sekda," ujar Ahok
Ahok mengaku membuka hal ini di hadapan seluruh hadirin dan pejabat DKI yang menghadiri pelantikan karena ingin menunjukkan bahwa mekanisme yang dilakukannya transparan dan tidak ada KKN.
Menurutnya, dari segi usia, mantan Kepala Dinas Pendidikan itu paling muda, yakni masih 50 tahun.
"Karena dia yang paling muda juga. Kami kan selesai 2017, kami nggak ingin memilih Sekda yang baru naik sudah pensiun dan harus diperpanjang. Karena komitmen dari Pak Jokowi dan saya adalah tidak ingin memperpanjang pensiun orang sebetulnya karena kan kasihan nih. Jadi kita putuskan tidak Bu Silvi, tidak Pak Moko (Wiriyatmoko), tapi Pak Saefullah, yang di urutan hasil surveinya," jelas Ahok kepada wartawan.
Jabatan Sekda itu sudah kosong selama 1,5 tahun sejak pengunduran diri pejabat sebelumnya, Fadjar Panjaitan. Sejak April 2013, Asisten Sekda bidang Pembangunan, Wiriyatmoko, menjabat sebagai Plt Sekda.
(ros/aan)











































