Cyrus Tantang Lembaga Survei yang Menangkan Prabowo Buka-Bukaan Data

Cyrus Tantang Lembaga Survei yang Menangkan Prabowo Buka-Bukaan Data

- detikNews
Kamis, 10 Jul 2014 20:35 WIB
Jakarta - Cyrus Network meragukan hasil lembaga survei yang merilis keunggulan pasangan Prabowo-Hatta di Pilpres, kemarin. Direktur Eksekutif Cyrus Network Hasan Nasbi mengatakan agar lembaga survei yang merilis hasil berbeda tidak selalu mengajak berdebat namun berani membuka akuntabel data.

"Kita tantangin buat buka-bukaan data. Tahapan ini dari metodologi, dapil, pileg misalkan. Mulai dari hulu sampai hilirnya buka-bukaan. Kalau ada buka-bukaan saya yakin ada data yang melenceng. Tinggal print data, ada laptop tinggal diprint. Kalau semua data clear baru debat metodologi," ujar Hasan di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Kamis (10/7/2014).

Hasan menilai metodologi quick count bukanlah pesan pembentukan opini. Meski diakui memang saat ini peran hasil survei cukup mempengaruhi untuk opini publik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini enggak mudah membalikkan seperti telapak tangan. Filosofinya boleh hitungan cepat. Tapi, kalau salah ini kepercayaan loh," ujarnya.

Lanjutnya, dia khawatir kalau proses politik ini dibiarkan maka bakal muncul terus survei hitam dalam setiap pemilu terutama menular di Pilkada. Fenomena ini dinilai tidak sehat dalam iklim politik. Hasan menambahkan bila suatu lembaga survei melakukan secara kredibel dalam rilisnya maka akan menyisakan jejak yang bisa dilihat untuk dikroscek. Contohnya, Cyrus selalu memiliki bukti responden yang disurvei secara nasional seperti quick count di Pilpres.

"Ada barang buktinya enggak? Quick count itu kan harganya mahal. Kita tanya dia ada jejak bukti enggak untuk 2.000 responden itu katanya yang di kecamatan, kota, sampai provinsi. Nomor handphone kan juga bisa dicek. Kalau ini dibiarkan ada survey-survey hitam, maksudnya yang seperti ini dibiarkan akan menular ke Pilkada," sebutnya.

Seperti diberitakan, dalam Pilpres kemarin ada empat lembaga survei yang mengungguli pasangan capres-cawapres nomor urut satu Prabowo-Hatta yaitu Lembaga Survei Nasional, Jaringan Suara Indonesia, Indonesia Research Center, serta Puskaptis.

(hat/jor)


Berita Terkait