Kepala Riset Populi Center Nico Harjanto haqqul yakin atas hitung cepat lembaganya, karena data yang digunakan autentik. Populi mengambil langsung data dari tempat pemungutan suara. Data tersebut dicatat kemudian direkapitulasi dari mulai tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.
"Mestinya lembaga yang kredibel seperti ini minimal bisa menjadi acuan," kata Nico kepada wartawan di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Kamis (10/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rata-rata (selisih) hanya 0,22 persen. Ada bahkan satu partai yang kita exactly bisa memprediksi secara sama, tidak ada selisih," papar Nico.
Khusus untuk hitung cepat, menurut Nico margin of error mestinya di bawah satu persen. Pasalnya dalam quick count data yang dikumpukan dan direkapitulasi adalah angka-angka yang sudah ada. "Jadi ini bukan persepsi. Kalau persepsi memang kadang margin of error-nya tinggi," kata Nico.
Besarnya margin of error bisa diturunkan lagi dengan mengambil sampel lebih banyak untuk meminimalisir 'pembeli suara' yang sangat mungkin terjadi saat pengambilan sampel.
"Ada ketakutan misalnya, oh ini sampel di daerah yang kuat pasangan nomer dua, oh ini sampelnya kebanyakan di daerah-daerah yang kuat nomer satu. Tidak bisa. Karena kalau sudah 2.000 sampel, itu distribusinya sudah sifatnya normal. Karena sebenarnya dengan 200-an TPS kita bisa memprediksi dengan margin of error sekitar dua persen," kata Nico.
(erd/trq)











































