Mobil APV Tertabrak Kereta Api di Demak, 4 Orang Tewas

Mobil APV Tertabrak Kereta Api di Demak, 4 Orang Tewas

- detikNews
Kamis, 10 Jul 2014 18:36 WIB
Mobil APV Tertabrak Kereta Api di Demak, 4 Orang Tewas
Foto: Angling Adhitya P/detikcom
Demak - Kecelakaan antara mobil dan kereta api terjadi di desa Jamus, Demak di perlintasan tanpa palang pintu. Akibatnya empat penumpang mobil tewas seketika di lokasi kejadian karena hantaman yang keras dan mobil sempat terseret 500 meter.

Salah satu warga, Sutrisno (38) mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 14.23 WIB. Saat itu ia mendengar suara keras dari arah rel, dan ketika dilihat, mobil Suzuki APV bernopol L 1967 PJ yang berjalan dari arah utara terseret kereta api dari arah barat.

"Saya dengar suara keras, waktu dilihat mobilnya sudah terseret," kata Sutrisno, Kamis (10/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mobil berwarna hitam tersebut terseret sekitar 500 meter hingga kereta berhenti. Warga yang mendengar hantaman keras itu segera menuju lokasi dan berusaha melakukan pertolongan. Namun saat empat pengendara mobil berhasil dievakuasi, ternyata mereka sudah tidak bernyawa.

"Sudah meninggal semua," ujarnya.

Empat korban yang meninggal tersebut yaitu Putri Indah (30) warga Terboyo, Topik Noven Setiawan warga Mlatiharjo, Jumiyati Nunik Suprihatini warga Candisari, Triwibowo (40) warga Tembalang. Empat jenazah berhasil dievakuasi sekitar pukul 16.00 dan dibawa ke RS Pelita Anugrah, Mranggen, Demak.

"Di sini memang sepi, sering terjadi kecelakaan," tandas Sutrisno.

Sementara itu Humas PT KAI Daop IV, Suprapto mengatakan kereta api yang menabrak yaitu KA Maharani dari Stasiun Poncol Semarang menuju Stasiun Pasarturi Surabaya. Lokasi kecelakaan terjadi di KM 10 +8/9 antara Stasiun Alastua dan Stasiun Brumbung.

Hingga saat ini mobil masih menempel di lokomotif kereta tersebut. Sedangkan gerbong sudah ditarik dengan lokomotif bantuan menuju Stasiun Alastua.

"Ini kan double track, jalur menuju Jakarta masih bisa dilalui, yang arah Surabaya sementara belum karena masih ada lokomotif dan mobil yang menempel," kata Suprapto.

(alg/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads