Kabar Soal Gerakan Pengambilalihan Golkar dari Ical Pasca Pilpres

Kabar Soal Gerakan Pengambilalihan Golkar dari Ical Pasca Pilpres

- detikNews
Kamis, 10 Jul 2014 16:31 WIB
Kabar Soal Gerakan Pengambilalihan Golkar dari Ical Pasca Pilpres
Jakarta - Golkar dikabarkan kembali bergejolak usai gelaran Pilpres 2014 ini. Kader-kader muda Golkar yang telah dipecat menuntut perubahan di internal Partai Golkar.

Pemicunya adalah hasil Pemilu 2014. Pengurus DPP Golkar saat ini dipandang gagal membawa Golkar memenangkan Pileg dan mengusung kader di Pilpres. Golkar gagal menjadi partai pemenang di Pileg, dan diyakini gagal mengantar capres yang diusung menjadi pemenang Pilpres 2014, meski pengumuman resmi KPU belum dilakukan.

"Harus ada bersih bersih di Golkar saat ini," kata Nusron Wahid, kader muda Golkar yang telah dipecat, kepada detikcom, Kamis (10/7/2014).

Nusron, bersama Agus Gumiwang dan Poempida Hidayatulloh memang melawan pemecatan mereka. Agus bahkan bersiap mengajukan gugatan ke PTUN.

Nusron Cs menilai hasil quick count sejumlah survei yang memenangkan pasangan Jokowi-JK valid. Oleh karenanya dia siap kembali ke Golkar bersama JK yang diyakininya akan menjadi wapres.

Kabar JK akan mengambil alih Golkar dari Ical pun berhembus. Namun kabar ini ditepis langsung oleh JK.

"Saya sudah cukup menjadi ketua umum Golkar sekali," kata JK kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Meski JK tak berniat mengambil alih Golkar, namun gerakan untuk pembaharuan Golkar terus terjadi. Dikabarkan gerakan Nusron cs juga dibekingi oleh para sesepuh Golkar. Fahmi Idris, Ginandjar Kartasasmita, Suhardiman, serta sejumlah senior Golkar lainya disebut mendukung gerakan ini.

Puncak gerakan ini dikabarkan akan terjadi pasca pengumuman resmi dari KPU pada 22 Juli 2014. Para kader Golkar yang pro JK akan bergerak menuntut digelarnya Musyawarah Luar Biasa pada bulan Agustus.

(fiq/trq)


Berita Terkait