Saat Tsunami, di Alun-alun Banda Aceh Sedang Digelar Maraton 10 K

Saat Tsunami, di Alun-alun Banda Aceh Sedang Digelar Maraton 10 K

- detikNews
Selasa, 28 Des 2004 12:22 WIB
Banda Aceh - Kota Banda Aceh termasuk kota yang mengalami kerusakan yang parah akibat gempa dan gelombang Tsunami. Ribuan orang tewas di kota berjejuluk Serambi Mekkah ini. Saat terjadi musibah itu, Minggu (26/12/2004) pagi, warga kota Banda Aceh sedang melakukan aktivitas seperti biasa. Setiap hari Minggu, aktivitas di jalan-jalan kota Banda Aceh memang lebih ramai dari hari-hari biasa. Ada warga yang lari pagi, ada yang jalan-jalan ke pantai, ada juga warga yang berkumpul di alun-alun kota Banda Aceh. Karena itu, banyak warga yang tersapu gelombang pasang yang datang secara tiba-tiba itu. Banyak mayat ditemukan di pinggir-pinggir jalan setelah gelombang pasang itu mereda. Saat musibah datang, ratusan orang memenuhi lapangan Blang Padang, yang dijadikan sebagai alun-alun kota Banda Aceh. Memang, setiap Minggu pagi, lapangan itu selalu dipenuhi masyarakat yang ingin berolah raga. Dan saat itu, suasana di lapangan Blang Padang lebih ramai dari Minggu biasa. Karena saat itu sedang digelar lomba maraton 10 Kilometer (10 K). Dalam jadwal, lomba lari itu akan dimulai pukul 07.00 WIB. Sebelum hari H, sudah ratusan orang yang mendaftar ikut lomba tersebut. Karena itu, diperkirakan di lapangan ini banyak warga yang menjadi korban tewas akibat musibah itu. Pasalnya, lapangan Blang Padang ini juga ikut tersapu gelombang Tsunami itu. Setelah air menyusut, lapangan ini tampak dipenuhi dengan puing-puing kayu dan sampah-sampah. Sejumlah mayat juga ditemukan berada di tempat itu. Sampai Selasa (28/12/2004), situasi di lapangan Blang Padang masih seperti itu. Bekas-bekas keganasan gelombang Tsunami masih begitu jelas. Sementara bangunan-bangunan di sekitar alun-alun tampak porak-poranda. Secara umum, pemandangan kota Banda Aceh masih tidak karuan. Mayat-mayat masih terlihat di sejumlah tempat, belum sempat terevakuasi, karena saking banyaknya. Kota dipenuhi dengan pemandangan rumah dan bangunan yang hancur. Tiang-tiang listrik dan pohon bertumbangan. Sangat memprihatinkan. Saat musibah itu datang, masyarakat juga memenuhi Pantai Ulele, Banda Aceh. Ini memang aktivitas rutin masyarakat setiap Minggu untuk mandi di laut. Diperkirakan, banyak korban tewas di lokasi. Pasalnya, pantai ini betul-betul hancur. Bangunan di pantai itu juga rata dengan tanah. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini