"Kotak-kotak ini mendapat pengawalan polisi dari TPS kesini. Kurang lebih ada satu pleton anggota polisi dari Binmas sampai pasukan rainmas yang membawa kotak suara dari lapas kesini," ujar Komisioner KPU Jakarta Timur, Deden Fachruddin saat berbincang di kantor kelurahan Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Kamis (10/7/2014).
Secara keseluruhan terdapat 47.146 DPT di Cipinang Besar Utara. Sampai saat ini proses rekaptulasi di tingkat kelurahan belum selesai.
"Ini proses perhitungan baru dimulai tadi, sejauh ini baru ada 4 TPS yang direkap, karena kita tidak melakukan rekaptulasi jika tidak ada saksi dari masing-masing calon," tuturnya.
Dijelaskannya jika sudah selesai melakukan perhitungan atau rekaptulasi jumlah suara. Kotak-kotak itu akan dibawa ke tingkat Kecamatan untuk dilakukan hal yang sama.
"Setelah proses perhitungan langsung dikirim ke tingkat kecamatan tidak ada proses tunda lagi. Sesuai hasil keputusan di pusat proses perhitungan ditingkat kelurahan ditunggu hingga Sabtu sore selebih itu kota harus dikirim," ujarnya.
Deden mengatakan surat suara yang rusak atau yang lebih tetap tersimpan baik di kotak suara. Surat itu akan diserahkan ke KPU pusat sebagai barang bukti.
"Jika nanti keluar keputusan MK surat suara atau tidak ada yang gugat, surat itu akan dimusnahkan," ungkapnya.
Jadi Sorotan Dunia
Proses pemungutan suara telah usai, kini memasuki tahap rekaptulasi di tingkat kelurahan. Proses pemungutan suara di wilayah ini menjadi sorotan dunia karena dekat dengan lapas.
"Wilayah CBU ini jadi sorotan dunia, karena waktu pileg kemarin jadi sempat tereskpose ke media nasional. Selain itu
ada beberapa kotak suara disini yang di lapas, kemarin saja ada beberapa delegasi negara asean yang datang, dubes Australia, partai keadilan rakyat Idonesia, dan Komnas Has mereka ingin melihat warga binaan di lapas mendapatkan haknya," ujarnya.
Lantaran itu proses perhitungan dan pengumpulan TPS ke tingkat kelurahan mendapat pengawalan ketat. Selain dari polisi dan satpol PP juga ada dari Babinsa.
"Tetapi mereka sendiri berjaga dibawa tidak dekat dengan kotak suara. Hal ini dijaga karena friksi antar warga disini sangat kuat sehingga ditakutkan terjadi gesekan," tuturnya.
(edo/rvk)











































