"Kalau Detikcom bisa membongkar, kan bisa saja membuka track record lembaga survei itu ke publik. Sehingga masyarakat tahu mana lembaga survei yang kredibel dan yang tidak. Track record lembaga survei harus diketahui publik," ujar Ganjar saat berbincang dengan detikcom, Kamis (10/7/2014).
Sebenarnya proses hitung cepat oleh lembaga survei sudah menjadi hal yang biasa dalam setiap pelaksanaan Pilpres. Hitung cepat atau quick count tersebut digunakan untuk memprediksi hasil penghitungan resmi oleh KPU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ganjar juga menyoroti adanya lembaga survei yang memiliki masalah di masa lalu. Oleh karena itu dia meminta masyarakat untuk tidak terlalu meluapkan euforia berlebihan karena hasil quick count.
(bpn/ahy)











































