"Seโharusnya kubu Prabowo belajar dari Brazil, meskipun tuan rumah di Piala Dunia, tapi mengakui kekalahan dan bersikap legowo," kata politikus PDIP Charles Honoris kepada detikcom, Rabu (9/7/2014).
Menurut Charles, hasil survei yang memuat kemenangan Jokowi-JK, berasal dari lembaga yang selama ini dikenal kredibel. Lembaga-lembaga itu punya rekam jejak baik dan bisa dipercaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Caleg PDIP yang lolos ke DPR dari dapil DKI III ini menyangsikan hasil lembaga survei menempatkan Prabowo-Hatta sebagai pemenang. Dia mengingatkan kredibilitas lembaga-lembaga itu dipertaruhkan.
"Kubu Prabowo mengklaim kemenangan berdasarkan quick count lembaga internal. Saya harus ingatkan disini lembaga-lembaga survey yang membohongi publik atau membohongi klien nya mempertaruhkan kredibilitas dan nama baiknya," pungkasnya.
LSI, Indikator, SMRC, Cyrus Network dalam hasil quick count-nya menunjukkan pasangan Jokowi-JK sebagai pendulang suara tertinggi. Sedangkan, JSI dan Puskaptis mengeluarkan hitungan yang berbeda, yakni menetapkan pasangan Prabowo-Hatta sebagai pemenang Pilpres versi quick count.
(trq/bpn)











































