"Kami bersama Presiden hari ini mengikuti hasil quick count dari semua lembaga survei, begitu juga dengan pemberitaan di televisi. Kita tahu situasinya seperti ini (hasilnya berbeda)," ujar Jubir Presiden Julian Aldrin Pasha kepada detikcom, Rabu (9/7/2014).
Dengan hasil yang berbeda tersebut, Julian mengatakan masyarakat akan kebingungan. Sebab, dua pasangan itu mengklaim memenangkan hasil pilpres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya diberitakan, salah satu lembaga survei yang menjadi acuan SBY pada pileg lalu adalah Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC). Menurut quick count SMRC, Partai Demokrat memenangkan Pemilu 2009 lalu dengan 20 persen lebih dukungan suara. Namun di pileg tahun ini hanya memperoleh 10,02% dukungan, dan menempatkan PD di urutan ke-empat.
SBY pun mengakui, dan menerima kekalahan partainya dalam pileg 2014. "Melalui mimbar ini, saya menyampaikan kepada para kader dan anggota PD di seluruh Tanah Air untuk menerima hasil pemungutan suara hari ini dengan lapang dada," kata SBY dalam konferensi pers menanggapi hasil hitung cepat (quick count) Pemilihan Legislatif 2014 di Kediamannya, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/4/2014) lalu.
Nah, SMRC pada pemilihan presiden dan wakil presiden hari ini Rabu (9/7/2014) juga melakukan hitung cepat (quick count). Hingga pukul 15.25 WIB data yang masuk mencapai 97,75%. Dari data itu, perolehan suara Prabowo-Hatta 47,22%, sedangkan Jokowi-JK unggul dengan 52,88%. Jokowi-JK dinyatakan menang menurut hasil hitung cepat.
Tak hanya SMRC, sejumlah lembaga yang melakukan hitung cepat seperti RRI, CSIS-Cyrus Network juga memenangkan duet Jokowi-JK. Namun kali ini SBY tak lekas mengucapkan selamat atas kemenangan duet Joko Widodo-Jusuf Kalla yang menang menurut hasil hitung cepat.
SBY beralasan kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa juga memiliki lembaga survei yang menjadi rujukan. "Lembaga survei yang dirujuk Prabowo memenangkan Prabowo-Hatta," kata SBY saat berpidato di kediamannya, Puri Cikeas Indah, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/7/2014).
SBY meminta dua belah pihak menunggu hasil penghitungan resmi yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum. "KPU yang akan menetapkan hasil pilpres ini yang bisa dirujuk dan dijadikan pedoman," papar SBY.
(mpr/erd)











































